Tingkatkan Sinergi Antara Perguruan Tinggi dan Pengawas Pemilu, Bawaslu Kota Surabaya Hadiri Kegiatan di Universitas Dr. Soetomo
|
Surabaya - Bawaslu Kota Surabaya menghadiri sebuah kegiatan yang digelar di Universitas Dr. Soetomo Surabaya dengan tema “Literasi Data untuk Pengawasan Pemilu: Sinergi Universitas dan Pengawas Pemilu melalui Literasi Data” (30/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah kalangan, termasuk staf Sekretariat Bawaslu Kota Surabaya, anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, rektor universitas, dosen, mahasiswa, serta perwakilan dari Bawaslu RI. Kehadiran ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pengawas pemilu dalam rangka membangun demokrasi yang lebih baik melalui literasi data.
Acara ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Pengawas Pemilu, dan Hymne Universitas Dr. Soetomo. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan do’a yang dipimpin oleh Bapak Rafik Al Hariri dari Bawaslu Kota Surabaya. Pembukaan ini menandai dimulainya serangkaian kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan kerja sama dalam pemanfaatan data sebagai alat pengawasan yang efektif dan akurat.
Dalam sambutannya, Dwi Endah Prasetyowati dari Bawaslu Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa selama ini, Bawaslu RI telah memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan pusat pengelolaan data pengawasan, seperti Rumah Data. Rumah Data tersebut menjadi pusat distribusi data yang terintegrasi dan transparan, serta digunakan oleh seluruh jajaran pengawasan di Jawa Timur. Melalui inovasi ini, kolaborasi antara universitas dan lembaga pengawas menjadi semakin erat dalam memperkuat proses demokrasi dan pengawasan.
Rektor Universitas Dr. Soetomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah, dalam keynote speech-nya menegaskan bahwa perjalanan Bawaslu dari lembaga ad hoc hingga menjadi lembaga independen menunjukkan pentingnya penguatan kelembagaan dalam menjaga kepercayaan publik. Ia menambahkan bahwa sinergi antara universitas dan Bawaslu sangat penting dalam mengembangkan literasi data dan membangun budaya riset yang mendukung demokrasi. Program seperti kelas literasi data dan pusat riset demokrasi di universitas diharapkan mampu mencetak relawan pengawas muda yang melek data dan mampu mengidentifikasi berbagai tren pelanggaran pemilu.
Selanjutnya, kegiatan ini dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai bentuk formal kolaborasi antara Bawaslu dan Universitas Dr. Soetomo. Kemudian, sesi utama diisi oleh Bapak Nuku Nugraha Salam dari Pusat Data dan Informasi Bawaslu RI yang memaparkan tentang “Sinergi Universitas dan Pengawas Pemilu melalui Literasi Data”. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan Portal Satu Data Bawaslu yang menjadi pusat data terbuka dan tervalidasi, yang dapat digunakan sebagai dasar penelitian dan inovasi di kalangan akademisi serta masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi bedah buku “Dinamika Pengawasan Pemilu” yang dipandu oleh moderator, Tenaga Ahli Bawaslu RI, Dr. Bachtiar. Diskusi berlangsung hangat dan melibatkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, seperti Dr. Vieta Imelda Cornelis, Bapak Abhan, dan Prof. Dr. Agus Riwanto. Mereka membahas berbagai aspek penting dalam pengawasan pemilu, mulai dari efektivitas pengawasan hingga tantangan yang dihadapi, termasuk potensi kekuatan “superbody” dalam penguatan kelembagaan.
Dari seluruh rangkaian kegiatan, terungkap bahwa kolaborasi antara universitas dan Bawaslu sangat vital dalam memperkuat demokrasi Indonesia. Melalui literasi data, penelitian, dan inovasi teknologi, pengawasan pemilu diharapkan menjadi lebih transparan, akuntabel, dan efisien. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama civitas akademika Universitas Dr. Soetomo, perwakilan Bawaslu, dan peserta lainnya, sebagai simbol sinergi dan komitmen bersama untuk memperkuat demokrasi nasional.
Penulis : Debbie
Foto : Taga