Sosialisasi Terkait Pemilu di SMA GIKI 1: Bawaslu Surabaya Tanamkan Nilai Demokrasi Sejak Dini
|
Surabaya - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya, diwakili oleh Kordiv Penanganan Pelanggaran, Dimas Anggara, penuhi undangan SMA GIKI 1 Surabaya dalam kegiatan sosialisasi dengan tema Pelaksanaan Pemilihan Umum yang Ada di Indonesia (26/8). Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas X yang telah masuk dalam kategori pemilih pemula pada pemilu mendatang.
Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pendidikan politik dan meningkatkan kesadaran demokrasi di kalangan siswa. Tujuan Sosialisasi kegiatan ini difokuskan untuk membekali para siswa dengan pengetahuan mendasar tentang sistem pemilu di Indonesia, peran Bawaslu dalam mengawasi jalannya pemilu, serta pentingnya partisipasi aktif masyarakat, terutama generasi muda, dalam menciptakan pemilu yang jujur dan adil.
Bawaslu Kota Surabaya memaparkan beberapa materi kunci, antara lain, Asas Pemilu Luber Jurdil: Penjelasan mengenai prinsip Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil, Tahapan Pemilu: Gambaran umum mengenai alur proses pemilihan umum dari awal hingga akhir. Potensi Pelanggaran: Pengenalan berbagai bentuk pelanggaran pemilu seperti politik uang ( money politics), kampanye hitam (black campaign), dan penyebaran berita bohong (hoaks) di media sosial dan Peran Pengawasan Partisipatif: Ajakan kepada siswa untuk menjadi agen pengawas di lingkungan mereka dengan berani melaporkan dugaan pelanggaran.
Selain memberikan materi sosialisasi, Bawaslu juga memberikan masukan kepada panitia ad hoc di sekolah, yakni panitia pembentukan OSIS. Diharapkan penerapan pemilihan OSIS yang akan berjalan secara tindak langsung mensimulasikan pelaksanaan pemilu di Indonesia, dengan bentuk pemilihan disesuaikan dengan yang ada di Indonesia. Seperti adanya tugas dan fungsi KPU, Panwas, KPPS dsb.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap siswa-siswi SMA GIKI 1 dapat memahami sistem demokrasi dan mekanisme pemilu secara menyeluruh. Selain itu, diharapkan mereka dapat menjadi pemilih yang cerdas, rasional, serta turut berkontribusi dalam menciptakan pemilu yang jujur dan adil di masa depan.