Sekretariat Bawaslu Kota Surabaya Ikuti Kick Off Orientasi PPPK 2025
|
Surabaya, 21 Agustus 2025 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Surabaya pada hari Kamis, tanggal 21 Agustus 2025, hadiri Zoom Meeting “Kick Off Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu Tahun 2025”, yang diadakan oleh Bawaslu RI melalui daring, dan Channel Youtube Bawaslu RI.
Dalam rangka melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban pengawas pemilihan umum (Pemilu) dalam menciptakan pemilu yang berintegritas di Indonesia dan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK dan PerLAN No. 15 Tahun 2020 tentang pengembangan kompetensi PPPK yang menyatakan bahwa instansi pemerintah wajib menyelenggarakan orientasi bagi PPPK.
Pusat Penelitian Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengadakan kegiatan “Kick Off Orientasi Pegawai Pemerintah dengan PerjanjianKerja (PPPK) Bawaslu Tahun 2025”, untuk itu seluruh PPPK terundang wajib mengikuti di unit penempatannya masing-masing.
Sekretaris Jenderal Bawaslu RI Ichsan Fuady menyampaikan dalam sambutanya sebelum membuka kegiatan ini, latihan dasar tahun ini tidak sama dengan tahun - tahun sebelumnya semoga kita bisa melakukan seperti tahun kemaren, sekarang saudara sudah masuk kategori Aparatur Sipil Negara (ASN) harus disiplin, sikap patuh dan taat terhadap peraturan atau norma yang berlaku, baik yang datang dari dalam diri sendiri maupun dari luar. Ini melibatkan pengendalian diri, kemampuan untuk mengikuti aturan, dan menjaga ketertiban dan harus ada peningkatan yang lebih baik dari sebelumnya.
Salah satu narasumber dari pusat data dan informasi Bawaslu RI, menyampaikan dalam materinya terkait Kurikulum Orientasi PPPK, bahwa teknis penyelesaian MOOC (Swajar PPPK) salah satu hal yang menjadi fokus dalam orientasi PPPK adalah penggunaan Swajar PPPK, yaitu platform pembelajaran daring berbasis Massive Open Online Course (MOOC) yang dikembangkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Melalui Swajar PPPK, peserta orientasi diwajibkan menyelesaikan materi pengenalan tugas dan fusi ASN,dengan total minimal 45 jam pelajaran atau setara 15 hari kerja, secara normal modul pembelajaran melalui Swajar PPPK dapat diselesaikan dalam 1-2 Minggu tergantung intensitas belajar masing masing peserta. Melalui system daring ini, orientasi diharapkan lebih fleksibel, mandiri, dan mampu menjangkau seluruh peserta yang tersebar diberbagai daerah,” tutupnya.
Samsul menyampaikan, kita adalah hasil dari informasi yang kita serap sepanjang hidup, sejak lahir, kita menyerap berbagai pengetahuan dari lingkungan, keluarga dan pendidikan yang kemudian membentuk identitas serta cara kita memandang dunia. Sudut pandang, reaksi dan tindakan kita terhadap berbagai aspek kehidupan dibentuk dari informasi yang kita terima. Cara kita berfikir, menilai dan merespon situasi sehari – hari sangat dipengaruhi oleh pengalaman hidup, norma budaya, serta pendidikan yang kita terima.
Masih menurutnya, persepsi terkait bekerja sebagai ASN adalah untuk memenuhi kebutuhan, aktualisasi diri, pengabdian serta melayani, profesionalitas, tanggungjawab dan ibadah,” jelas narasumber dari badan kepegawaian negara.
SUIB