Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Sinergi Pengawasan, Bawaslu Kota Surabaya Jalin Komunikasi dengan Partai Garuda

#

Bawaslu Kota Surabaya melakukan kunjungan kerja ke kantor DPC Partai Garuda Kota Surabaya pada Jumat (30/01/2026)

Surabaya - Bawaslu Kota Surabaya menggelar kunjungan kerja ke Kantor DPC Partai Garuda Kota Surabaya pada Jumat (30/01/2026) sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi pengawasan dan membangun komunikasi yang lebih efektif antara penyelenggara pemilu dan partai politik. Kegiatan ini dilakukan di masa non tahapan pemilu sebagai langkah strategis untuk menciptakan hubungan yang harmonis serta terbuka, sehingga proses pengawasan dapat berjalan lebih lancar dan potensi konflik dapat diminimalisasi. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi yang dilakukan oleh Bawaslu ke berbagai partai politik di kota tersebut, guna mempererat kolaborasi dan memastikan keberlangsungan proses demokrasi yang bersih dan transparan.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Bawaslu Surabaya, Novli Bernado Thyssen, menyampaikan hasil pengawasan selama Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024. Ia memaparkan bahwa Bawaslu telah melakukan analisis pemetaan kerawanan berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu dan isu-isu yang terjadi sebelumnya, guna memperkuat langkah pencegahan dan antisipasi terhadap potensi permasalahan di lapangan. Selain itu, Bawaslu juga menyoroti jumlah penanganan pelanggaran yang terjadi selama proses Pemilu 2024, sebagai indikator penting dalam meningkatkan kualitas pengawasan ke depannya. Dengan jumlah penduduk Surabaya yang saat ini mencapai sekitar 3 juta jiwa, ada pula rencana pemekaran Daerah Pemilihan (Dapil) dan penambahan kursi DPRD kota dari 50 menjadi 55 kursi, sebagai upaya menyesuaikan dengan kenaikan jumlah penduduk.

Menanggapi rencana tersebut, Ketua DPC Partai Garuda Surabaya, James Pala Joewono, menyampaikan harapannya agar Bawaslu tetap menjalankan tugas dan fungsi secara profesional sesuai ketentuan undang-undang. Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan pengawasan di tempat pemungutan suara (TPS) untuk mencegah kesalahan dalam perhitungan suara yang pernah menyebabkan terjadinya Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada pemilu sebelumnya. James berharap, ke depan, Bawaslu dapat mengantisipasi potensi PSU agar proses demokrasi berjalan lebih jujur dan adil, serta mendukung usulan penambahan dapil yang menggabungkan dapil 4 dan 5 menjadi tiga dapil baru, yakni dapil 4, 5, dan 6.

Selain itu, James Pala Joewono juga menegaskan perlunya komunikasi dan kerja sama yang baik antara Partai Garuda dan Bawaslu dalam proses verifikasi faktual partai politik, yang direncanakan akan dilakukan tahun depan. Ia mengharapkan bahwa kolaborasi ini dapat memperlancar proses verifikasi dan memastikan bahwa seluruh kegiatan berjalan sesuai prosedur. Dalam kesempatan yang sama, anggota Bawaslu Surabaya, Teguh Suasono Widodo, menambahkan bahwa untuk mengantisipasi PSU dan kecurangan dalam pemungutan suara, perlu adanya penambahan sekretariat di jajaran Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) serta penambahan Pengawas TPS (PTPS). Ia juga menyebutkan adanya wacana baru terkait usulan satu partai yang dapat mengusulkan pasangan calon presiden dan wakil presiden, yang kemungkinan akan diatur dalam undang-undang pemilu terbaru tahun depan.

Secara keseluruhan, kunjungan ini menunjukkan komitmen Bawaslu Kota Surabaya untuk memperkuat sinergi dengan partai politik, demi mewujudkan proses pemilihan umum yang lebih bersih, transparan, dan akuntabel. Melalui komunikasi yang intensif dan kolaborasi yang erat, diharapkan berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pemilu dapat diatasi dengan lebih baik. Upaya-upaya ini juga menjadi langkah preventif dalam mengurangi potensi konflik dan kecurangan, sehingga demokrasi di Kota Surabaya dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat merasa percaya terhadap proses politik yang sedang berlangsung. Dengan berbagai rencana dan usulan yang telah disampaikan, masa depan pemilu di Kota Surabaya diharapkan akan semakin baik dan sesuai amanat undang-undang yang berlaku.

Penulis : Debbie

Foto : Adrian