Lompat ke isi utama

Berita

Peer Learning: Tingkatkan Kinerja Kelembagaan Bawaslu Kabupaten/ Kota se-Jawa Timur

1

Surabaya, 11 September 2025 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Surabaya pada hari Kamis, tanggal 11 September 2025, menghadiri kegiatan “Peer Learning Vol.1 Sub Tema Peningkatan Kinerja Kelembagaan” melalui zoom meeting.

Ketua Bawaslu Jawa Timur A. Warits menyampaikan dalam sambutanya bahwa Bawaslu Provinsi Jawa Timur memiliki peran untuk mendampingi 2 kota sekaligus yaitu Kota Malang dan Kota Batu yang didukung oleh dua staff provinsi. "kami sudah melakukan pilot project untuk memilih rencana aksi berjalan di Kota Malang dan Kota Batu”. Yang rencananya akan digabung menjadi satu”. Bawaslu Jatim berperan sebagai fasilitator, sekaligus penghubung antara provinsi dengan kota. Bawaslu Jatim berfokus untuk memastikan rencana aksi berjalan yang tidak hanya terjadi diatas kertas, namun benar benar diimplementasikan” jelasnya.

 

Masih menurut Warits, Bawaslu Jatim menjadi fasilitator untuk kebutuhan dokumen dan kebutuhan hukum, apa yang sudah dilakukan oleh Bawaslu Jatim agar project ini dapat berjalan maksimal tetap membutuhkan masukan dari semua teman-teman Bawaslu se-Jawa Timur.

 

Bawaslu Jatim sudah membuat instrumen dengan tujuan sebagai alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dan untuk mengukur sejauh mana Bawaslu Kota Malang melaksanakan aksinya tersebut, “pungkasnya.

 

Selain membuka kegiatan ini A.Warits juga sebagai pemateri menyampaikan hal hal penting dari pilot projek ini yaitu, akan diadakan rapat untuk tindak lanjut nyata, yaitu pembuatan template harian, penyusunan logbook dan Anjab atau ABK. Terdapat komitmen dari pimpinan dan sekretariat untuk kerja kolektif dan bukan tanggung jawab individu. Tantangan dari project ini yaitu, penyusunan logbook yang masih membingungkan staff dan rasionalisasi kebutuhan pegawai perlu disinkronkan dengan peta jabatan Bawaslu RI.

 

Selain itu kekuatan dari project ini yaitu, melakukan langkah awal dengan cara koordinasi, tim dan rencana aksi cepat dan melakukan disiplin waktu. Berikutnya bidang SDM dan sarana prasarana mempunyai fondasi data dan analisis yang jelas. Tantangan dari project ini yaitu, melakukan pekerjaan yang mudah pada tahap awal, namun lebih sulit saat melakukan implementasi detail pada saat penyelesaian DIM dan rekomendasi. Kemudian ada resiko berhenti di inventarisasi tanpa rekomendasi konkret. Dan yang terakhir perlu menajemen waktu ketat untuk penyusunan pada dokumen akhir, “jelasnya.

SUIB