Orientasi Hari Kelima: PPPK Bawaslu Kota Surabaya Mantapkan Peran Organisasi dan Nilai-Nilai Dasar ASN
|
Surabaya - Memasuki hari kelima pelaksanaan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), delapan pegawai Bawaslu Kota Surabaya kembali mengikuti pemantapan materi pada Senin (24/8/2026). Pembekalan hari ini berfokus pada pembahasan studi kasus pelaksanaan tugas, penegasan peran strategis aparatur dalam organisasi, serta pembentukan karakter pegawai melalui internalisasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK.
Sesi pertama dibuka dengan pembedahan Studi Kasus Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab PPPK yang dipandu langsung oleh Lucia Martina Dewi Billem dari Bawaslu Provinsi Jawa Timur. Dalam sesi interaktif ini, peserta diajak menganalisis berbagai dinamika, kendala operasional, dan potensi tantangan yang kerap dihadapi di lapangan, sekaligus mendiskusikan formulasi solusi yang presisi serta sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Kegiatan berlanjut dengan pengarahan mengenai Peran PPPK dalam Organisasi Bawaslu yang disampaikan oleh Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur, A. Warits. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa kehadiran PPPK bukan sekadar pelengkap struktur administrasi, melainkan elemen kunci dalam menjaga kualitas dan keandalan pengawasan pemilu. Para pegawai diharapkan mampu menjaga netralitas, loyalitas, serta integritas demi tegaknya keadilan demokrasi.
Rangkaian materi hari kelima ditutup dengan sesi pemantapan bertajuk Internalisasi Nilai BerAKHLAK di Unit Kerja yang dibawakan oleh Kepala Bagian Pengawasan Pemilu Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Lesmana. Beliau memaparkan penerapan praktis core values ASN Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif dalam budaya kerja harian di lingkungan sekretariat.
Melalui diskusi studi kasus serta pembekalan langsung dari pimpinan dan pejabat struktural Bawaslu Provinsi Jawa Timur, para peserta dibekali pemahaman yang aplikatif. Pendekatan ini bertujuan agar nilai-nilai dasar ASN tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diimplementasikan dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan publik di daerah.
Pelaksanaan orientasi pada hari kelima ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi etika dan profesionalisme jajaran aparatur baru. Pembekalan dari para narasumber diharapkan mampu membentuk pola pikir dan budaya kerja yang beriorientasi pada kinerja tinggi dan integritas kelembagaan.
Dengan tuntasnya materi di hari kelima ini, delapan personel PPPK Bawaslu Kota Surabaya siap mengaplikasikan nilai BerAKHLAK serta menjalankan peran strategis organisasi secara optimal dalam mendukung tugas-tugas pengawasan pemilu di Kota Surabaya.
Penulis dan Foto: Debbie
Editor: Suib