Masifkan Kolaborasi dan Strategi Pengawasan Pada Pemilu Berikutnya, Bawaslu Surabaya Gelar Audiensi Dengan Polres Pelabuhan Tanjung Perak
|
Surabaya - Dalam rangka memperkuat sinergi antar lembaga menjelang tahapan Pemilu dan Pilkada berikutnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya melakukan audiensi kelembagaan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis (21/8). Audiensi ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kelembagaan yang dilakukan Bawaslu Surabaya ke berbagai mitra strategis.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bawaslu Kota Surabaya, Novli Bernado Thyssen, didampingi oleh Eko Rinda Prasetyadi (Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa), serta Dimas Anggara (Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran).
Dalam sambutannya, Novli menekankan bahwa meskipun saat ini belum memasuki tahapan Pemilu, Bawaslu tetap aktif melaksanakan tugasnya dalam pengawasan dan pendidikan politik. Fokus kegiatan saat ini adalah sosialisasi, terutama kepada pemilih pemula di seluruh SMA dan MA se-Kota Surabaya.
“Meskipun dalam kekosongan tahapan, kami tetap ingin menjalankan tugas penyelenggaraan Pemilu. Kami menyisir seluruh SMA dan MA di Surabaya, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kemenag Kota Surabaya untuk mengenalkan demokrasi dan edukasi terkait Pemilu kepada para siswa. Tujuannya agar mereka menjadi pemilih cerdas yang mampu memfilter informasi secara baik,” ujar Novli.
Ia juga memaparkan bahwa Bawaslu menargetkan lima kunjungan sosialisasi setiap bulan, sehingga diharapkan di masa non tahapan bisa menyasar setidaknya 120 sekolah. Menurutnya, kegiatan ini lebih efektif dilakukan saat masa non-tahapan agar tidak menimbulkan asumsi politis ketika Bawaslu turun ke sekolah-sekolah saat masa tahapan berlangsung.
Novli juga memperkenalkan program Podcast Bawaslu Surabaya yang tayang dua minggu sekali secara live, berisi edukasi tentang Pemilu dan demokrasi, serta menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang.
“Kami berharap Polres Tanjung Perak bisa memberikan dukungan, minimal dengan ikut menyimak, subscribe, atau memberikan komentar saat tayang agar interaksi dan diskusi dengan penonton podcast bisa terjalin dengan baik,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kasat Intelkam Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Amir, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Bawaslu. Ia menyatakan kesiapannya untuk ikut memantau dan meniru model kolaborasi yang telah dilakukan Bawaslu di sekolah-sekolah.
“Nanti mohon diinformasikan kegiatan sosialisasi yang sudah berjalan, terutama yang membahas soal hukum atau Pemilu. Kita akan pelajari dan bisa diterapkan juga di wilayah kami, sebagai bentuk komitmen menjaga kondusivitas Pemilu, khususnya bagi pemilih pemula,” ujar AKP Amir.
Sementara itu, Eko Rinda Prasetyadi menambahkan bahwa perlunya disusun Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) dan Pilkada sebagai alat deteksi dini untuk potensi gangguan di masa tahapan nanti.
“Jika merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi, Pemilu nasional dan lokal akan dipisahkan. Maka, penting bagi kami untuk memiliki peta kerawanan yang terperinci. Kami berharap bisa berdiskusi lebih lanjut dengan pihak kepolisian tentang indeks kerawanan ini, baik untuk wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak maupun Surabaya secara umum. Ini akan menjadi bekal penting saat tahapan dimulai dan bisa dipertajam kembali melalui forum Pokja atau Gakkumdu,” jelas Eko.
Dengan adanya audiensi ini, Bawaslu dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dalam menjaga keamanan, keterbukaan informasi, dan kondusivitas menjelang Pemilu dan Pilkada, sekaligus memberikan pendidikan politik kepada generasi muda sebagai pemilih pemula.
RDA