Langkah Komprehensif Bawaslu Kota Surabaya dalam Menakar Strategi Pengawasan Tahun 2026
|
Surabaya, 23 Januari 2026 - Bawaslu Provinsi Jawa Timur menggelar rapat secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh perwakilan Bawaslu Kabupaten/Kota di Jawa Timur, termasuk Bawaslu Kota Surabaya yang juga menyampaikan presentasi terkait langkah dan strategi pengawasan tahun 2026. Tujuan utama kegiatan ini adalah menyusun langkah komprehensif dalam menakar dan memperkuat pengawasan tahun 2026 agar berjalan lebih efektif dan berintegritas.
Dalam pemaparannya, Bawaslu Kota Surabaya diwakili oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Syafiudin, memaparkan hasil evaluasi program tahun 2025 dan menyusun rencana strategis untuk tahun 2026. Fokus utama adalah pada pencegahan dan pengawasan data pemilih serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan. Langkah ini dianggap krusial untuk memastikan proses pengawasan berjalan optimal dan mampu mencegah potensi pelanggaran.
Pada tahun 2025, Bawaslu Kota Surabaya telah melaksanakan berbagai kegiatan pengawasan, seperti penyampaian imbauan dan saran perbaikan kepada KPU Kota Surabaya, koordinasi data pemilih lintas instansi, serta pengawasan langsung melalui metode uji petik dan pencocokan data. Mereka juga membuka Posko Aduan Masyarakat sebagai ruang partisipasi warga dalam pengawasan data pemilih berkelanjutan (PDPB). Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan akurasi data dan mengantisipasi pelanggaran selama proses pemutakhiran data.
Evaluasi terhadap kegiatan tahun 2025 menunjukkan keberhasilan dalam beberapa aspek, di antaranya adalah penyampaian imbauan tepat waktu, meningkatnya sinergi lintas instansi, serta digitalisasi arsip pengawasan yang memudahkan pelaporan dan dokumentasi. Namun, tetap ada kelemahan seperti cakupan pengawasan yang masih terbatas, partisipasi masyarakat yang belum maksimal, dan belum berbasis analisis risiko secara menyeluruh. Tantangan utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia dan kompleksitas data yang tinggi.
Menanggapi kelemahan tersebut, Bawaslu Kota Surabaya merancang strategi pengawasan tahun 2026 yang lebih komprehensif, termasuk peningkatan pengawasan berbasis regulasi, analisis risiko, dan pemetaan kerawanan. Penguatan koordinasi dengan berbagai instansi dan optimalisasi Posko Aduan Masyarakat menjadi prioritas agar partisipasi warga meningkat dan proses pengawasan menjadi lebih efektif dan efisien. Penggunaan teknologi dan inovasi digital akan terus didorong untuk mendukung proses ini.
Selain aspek pengawasan data pemilih, Bawaslu Kota Surabaya juga berkomitmen meningkatkan partisipasi masyarakat melalui berbagai program. Pada 2025, mereka melaksanakan kegiatan seperti "Bawaslu Goes to School," pendidikan daring, diskusi kelompok, dan podcast yang membahas isu-isu kepemiluan. Keberhasilan ini tercermin dari meningkatnya jumlah peserta dan ruang dialog yang terbuka, yang mampu memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengawasan pemilu.
Meskipun demikian, tantangan yang dihadapi adalah cakupan peserta yang belum merata, serta kurangnya strategi distribusi konten yang efektif dan pengukuran dampak yang terstruktur. Untuk 2026, Bawaslu berencana memperluas jangkauan program, membangun jejaring pengawasan partisipatif yang berkelanjutan, dan mengembangkan media digital sebagai sarana edukasi dan pelaporan masyarakat secara lebih optimal.
Dalam hal hubungan antar lembaga, Bawaslu Kota Surabaya telah menjalin berbagai kolaborasi, seperti audiensi, MoU dengan Kementerian Agama, dan kerjasama dengan media. Keberhasilannya adalah terbentuknya koordinasi efektif dan sinergi lintas sektor yang terus diperkuat. Namun, masih diperlukan penguatan dalam implementasi kerja sama dan pengukuran kinerja yang lebih terukur agar kontribusi hubungan antar lembaga dapat secara langsung meningkatkan kualitas pengawasan.
Strategi tahun 2026 untuk hubungan antar lembaga menitikberatkan pada penyusunan rencana kerja bersama yang jelas dan terukur, memperluas kerja sama formal, serta membangun kemitraan yang lebih strategis dengan media massa dan media daring. Pengembangan indikator kinerja berbasis sistem pemantauan dan evaluasi secara berkala juga menjadi pilar utama untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas kolaborasi tersebut.
Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Bawaslu Kota Surabaya berharap pengawasan tahun 2026 dapat berjalan lebih optimal, efektif, dan berintegritas. Sinergi yang kuat antar lembaga, partisipasi aktif masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital diharapkan mampu menciptakan proses pengawasan yang transparan dan akuntabel, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu.
Penulis : Debbie