Lompat ke isi utama

Berita

Kunjungi Dispendukcapil Kota Surabaya, Bawaslu Bahas Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

#

Surabaya, Bawaslu Kota Surabaya Sebagai upaya memperkuat sinergi antarlembaga dalam pengawasan tahapan pemilu, khususnya terkait pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (DPB), Bawaslu Kota Surabaya melakukan kunjungan dalam rangka koordinasi ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya pada Selasa, 17 Juni 2025.

Kunjungan kali ini dipimpin oleh Syafiudin selaku Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kota Surabaya didampingi satu orang staf teknis, dan diterima langsung oleh Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah isu strategis terkait perkembangan data kependudukan yang erat kaitannya dengan potensi perubahan dalam penyusunan daftar pemilih. Salah satu topik utama adalah penambahan jumlah penduduk Kota Surabaya yang kini telah melebihi angka 3 juta jiwa. Kondisi ini menjadi indikator penting yang membuka kemungkinan adanya penambahan daerah pemilihan (dapil) di Kota Surabaya pada Pemilu mendatang.

Selain itu, Dispendukcapil menyampaikan bahwa perekaman data kependudukan untuk pemilih pemula terus dioptimalkan, salah satunya melalui kegiatan jemput bola ke sekolah-sekolah. Langkah ini bertujuan agar generasi muda yang telah memenuhi syarat usia dapat tercatat dalam data pemilih secara akurat.

Dibahas pula bahwa saat ini KPU telah memanfaatkan database dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai dasar dalam pemutakhiran data pemilih. Termasuk di dalamnya adalah penghapusan data penduduk yang telah memiliki akta kematian, sebagai upaya menjaga integritas daftar pemilih.

Menjelang Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan yang dijadwalkan pada 2 Juli 2025, Bawaslu Surabaya menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor agar data yang digunakan benar-benar valid, mutakhir, dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Syafiudin menyampaikan bahwa koordinasi ini merupakan bagian dari upaya pengawasan partisipatif dan pencegahan dini terhadap potensi permasalahan dalam proses pemilu.

“Bawaslu terus mendorong keterbukaan data dan kolaborasi dengan Dispendukcapil agar hak pilih masyarakat benar-benar terlindungi. Akurasi data adalah fondasi penting dalam menjaga kualitas demokrasi,” ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Bawaslu Kota Surabaya dalam menjalankan peran pengawasan yang aktif, kolaboratif, dan berbasis data dalam setiap tahapan Pemilu.