Lompat ke isi utama

Berita

Kunci Demokrasi Aktif, Mahasiswa Magang Paparkan Komunikasi Bawaslu Sebagai Katalis Peningkatan Fungsi Kewarganegaraan

#

Presentasi Mahasiswa magang tentang Komunikasi Bawaslu sebagai Katalis Peningkatan Fungsi Kewarganegaraan di Ruang Rapat Bawaslu Kota Surabaya (19/11/2025)

Pada Rabu (19/11/2025), berlangsung kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa magang serta staf sekretariat Bawaslu Kota Surabaya di ruang rapat Bawaslu Kota Surabaya. Kegiatan tersebut berupa presentasi yang membahas peran strategis komunikasi Bawaslu sebagai katalis dalam meningkatkan fungsi kewarganegaraan aktif masyarakat dalam proses pengawasan pemilu. Melalui kegiatan ini, mahasiswa magang turut menyampaikan berbagai temuan dan analisis terkait upaya Bawaslu dalam membangun kesadaran politik dan partisipasi masyarakat secara lebih luas. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran komunikasi sebagai alat strategis dalam demokrasi, sekaligus mempererat kolaborasi antara mahasiswa, Bawaslu, dan berbagai pihak terkait.

Dalam presentasinya, mahasiswa magang menjelaskan bahwa komunikasi efektif dari Bawaslu mampu menggerakkan masyarakat dari sikap pasif menjadi aktif dan sadar akan pentingnya peran serta mereka dalam mengawasi jalannya pemilu. Bawaslu, melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi, edukasi, publikasi, dan penyebaran informasi, berupaya menumbuhkan kesadaran kolektif serta keterampilan kewarganegaraan aktif. Tidak hanya sebatas menyampaikan pesan, komunikasi ini juga berfungsi mempercepat dan memperluas partisipasi masyarakat, sekaligus membangun solidaritas sosial. Dengan demikian, proses pengawasan pemilu menjadi lebih transparan dan akuntabel, mendukung prinsip demokrasi yang sehat dan berkeadilan.

Selain aspek komunikasi, dokumentasi juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan pengawasan Pemilu yang dilakukan Bawaslu. Humas Bawaslu bertanggung jawab mengelola dokumentasi berupa laporan, foto, video, rilis media, dan arsip digital yang merekam setiap tahapan kegiatan pengawasan. Fungsi dokumentasi ini tidak hanya sebagai arsip sejarah kontemporer yang berperan sebagai bukti autentik dan sistematis untuk meningkatkan akuntabilitas, tetapi juga sebagai memori kolektif bangsa. Dengan pengelolaan yang sesuai regulasi, dokumentasi ini memastikan seluruh proses berjalan secara transparan dan profesional, serta dapat dipelajari dan dievaluasi untuk pengembangan pengawasan di masa depan.

Pengelolaan dokumentasi yang baik dan tertata rapi memiliki peran penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas. Melalui dokumentasi yang lengkap dan mudah diakses, masyarakat dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai jalannya proses pengawasan pemilu. Hal ini sejalan dengan prinsip transparansi yang menjadi salah satu pilar utama demokrasi. Dengan adanya arsip digital yang terorganisir, Bawaslu mampu menunjukkan komitmennya terhadap akuntabilitas dan kejujuran dalam menjalankan tugas-tugas pengawasan secara profesional dan terbuka.

Peranan humas dalam pengelolaan dokumentasi ini, lebih jauh, memiliki relevansi yang kuat terhadap prinsip keterbukaan informasi publik sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008. Dokumentasi yang tersimpan dan dapat diakses publik tidak hanya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Bawaslu, tetapi juga menegaskan komitmen institusi tersebut terhadap transparansi dan akuntabilitas. Dengan demikian, Bawaslu tidak hanya berfungsi sebagai pengawas pemilu, tetapi juga sebagai lembaga yang mampu memperkuat demokrasi melalui komunikasi yang efektif dan dokumentasi yang rapi.

Kegiatan presentasi ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan demokrasi yang lebih baik di Indonesia. Melalui peran strategis komunikasi dan dokumentasi yang terkelola dengan baik, Bawaslu mampu memperkuat fungsi pengawasan, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan membangun memori kolektif bangsa. Dukungan dari mahasiswa magang dan berbagai pihak terkait diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pengawasan pemilu di masa mendatang. Dengan semangat kolaboratif dan komitmen terhadap prinsip transparansi, proses demokrasi di Indonesia diharapkan semakin kokoh dan berkeadilan.

Penulis : Debbie

Foto : Rengga