Komisi II DPR RI: Rakyat Harus Jadi Subjek Utama Demokrasi Substansial, Bukan Sekedar Objek Prosedural
|
Surabaya - Dalam kegiatan penguatan kelembagaan Bawaslu yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kota Surabaya, anggota Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin, mengingatkan pentingnya perubahan paradigma dalam demokrasi Indonesia. Ia menegaskan bahwa demokrasi harus benar-benar menempatkan rakyat sebagai subjek utama, bukan sekadar objek yang mengikuti prosedur formal belaka. Ia menyatakan bahwa selama ini, banyak proses demokrasi yang bersifat prosedural dan belum mampu memberdayakan rakyat secara penuh sebagai pemilik kekuasaan.
Zulfikar menambahkan bahwa reformasi demokrasi harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Ia menyoroti bahwa pendidikan politik dan literasi demokrasi di masyarakat harus diperkuat agar rakyat memahami hak dan kewajibannya, serta mampu berperan aktif dalam proses politik. Ia mengingatkan bahwa demokrasi yang hanya bersifat prosedural dan formal tidak akan mampu menjawab tantangan zaman dan justru akan melemahkan kepercayaan rakyat terhadap sistem politik.
Lebih jauh, Zulfikar menyampaikan bahwa demokrasi substantif harus mampu menghasilkan kebijakan yang berpihak pada rakyat dan mampu memperjuangkan keadilan sosial. Ia menegaskan bahwa tanpa adanya peran serta rakyat yang nyata, demokrasi hanya akan menjadi formalitas yang tidak bermakna, dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan lembaga negara akan terus menurun. Ia mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama memperkuat sistem demokrasi yang lebih bermakna dan berkeadaban.
Ia juga menyinggung peran penyelenggara Pemilu, media dan organisasi masyarakat dalam mengedukasi masyarakat agar lebih cerdas dan kritis terhadap proses politik. Ia percaya bahwa dengan peran aktif masyarakat dan peningkatan kualitas demokrasi, Indonesia akan mampu mencapai demokrasi yang tidak hanya prosedural, tetapi juga benar-benar mencerminkan kehendak rakyat. Ia berharap, perubahan paradigma ini mampu membawa Indonesia menuju demokrasi yang lebih matang, adil, dan berkeadaban.
Akhirnya, Zulfikar menegaskan bahwa rakyat harus menjadi pusat dari seluruh proses demokrasi, bukan hanya sebagai objek yang mengikuti prosedur, tetapi sebagai subjek yang aktif dan memiliki kekuasaan nyata. Ia yakin, jika semua elemen bangsa bersinergi, Indonesia akan mampu mewujudkan demokrasi substansial yang membawa kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyatnya. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan demokrasi akan sangat menentukan masa depan bangsa ini.
Penulis : Debbie
Foto : Ragil