Dosen Unair Tegaskan Peran Bawaslu Lebih dari Pengawasan, Edukasi Politik Kunci Tingkatkan Partisipasi dalam Demokrasi
|
Surabaya - Dosen Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi Kusman, menegaskan bahwa peran Bawaslu tidak sekadar sebagai pengawas proses pemilu, melainkan juga sebagai agen edukasi politik masyarakat. Hal ini disampaikan pada saat menjadi narasumber kegiatan penguatan kelembagaan Bawaslu Kota Surabaya pada Jumat, 24 Oktober 2025 di Hotel Majapahit. Ia menyatakan bahwa peningkatan partisipasi rakyat sangat bergantung pada literasi dan pemahaman mereka terhadap hak politik serta mekanisme demokrasi yang berlaku.
Menurutnya, Bawaslu harus mampu menjadi pusat edukasi yang aktif dan inovatif agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya dalam berpolitik. Ia menambahkan bahwa edukasi politik yang efektif akan mendorong rakyat untuk lebih aktif mengawasi jalannya pemilu dan merasa bertanggung jawab terhadap keberhasilan proses demokrasi. Tanpa edukasi yang memadai, potensi pelanggaran dan ketidakpercayaan terhadap sistem politik akan tetap tinggi.
Langkah-langkah yang disarankan meliputi penguatan program sosialisasi, pelatihan, dan kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat. Bawaslu diharapkan mampu menjadi motor penggerak literasi demokrasi yang mampu meningkatkan partisipasi rakyat secara signifikan dan memperkuat kepercayaan terhadap sistem demokrasi nasional. Mereka juga menekankan pentingnya inovasi dalam metode edukasi agar lebih menarik dan mudah dipahami masyarakat dari berbagai kalangan.
Selain itu, perlu adanya peningkatan kapasitas pengawas lapangan agar mampu menyampaikan edukasi secara langsung kepada masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Dengan demikian, proses demokrasi tidak hanya berjalan di level formal, tetapi juga melalui pemahaman yang mendalam dari masyarakat. Jika semua elemen bekerja sama, Indonesia memiliki potensi besar untuk mewujudkan demokrasi yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Penulis : Debbie
Foto : Ragil