Lompat ke isi utama

Berita

Cegah Pelanggaran, Bawaslu Kota Surabaya Monitoring Langsung Coktas KPU di Kelurahan Kebraon

#

Tim Bawaslu dan KPU Kota Surabaya sedang melaksanakan Coktas di Wilayah Kelurahan Kebraon pada Selasa (25/11/2025)

Surabaya, 25 November 2025 - Bawaslu Kota Surabaya secara aktif melakukan pengawasan langsung terhadap proses pencocokan dan penelitian terbatas (coktas) dalam rangka pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) di wilayah Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karang Pilang. Kegiatan ini dimulai pukul 08.30 WIB dan berlangsung hingga selesai, sebagai bagian dari upaya memastikan bahwa pelaksanaan coklit berjalan sesuai ketentuan yang berlaku berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 1 Tahun 2025. Pengawasan langsung ini diharapkan mampu menjaga akurasi data dan mengidentifikasi warga yang datanya perlu diperbarui atau diverifikasi.

Pengawasan dilakukan oleh enam tim yang tersebar di berbagai wilayah kecamatan di Surabaya. Khusus di Kelurahan Kebraon, tim yang terdiri dari anggota Bawaslu dan petugas dari KPU Surabaya melakukan inspeksi langsung ke sejumlah rumah warga yang menjadi sampel. Pada pukul 08.30 WIB, tim tiba di kantor KPU Surabaya untuk melakukan koordinasi dengan tim pencocokan dan penelitian dari KPU, yang kemudian memulai kegiatan pencocokan data dari pukul 09.10 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Data yang diperiksa meliputi warga yang diduga telah meninggal dunia maupun yang sedang berada di luar negeri.

Dalam proses verifikasi tersebut, tim mengunjungi rumah warga yang datanya berasal dari hasil data Badan Pusat Statistik dan Kementerian Luar Negeri. Dari 10 sampel data yang diperiksa, terdapat beberapa warga yang terbukti telah meninggal dunia berdasarkan konfirmasi dari keluarga maupun surat keterangan kematian dari rumah sakit. Beberapa rumah warga tersebut kosong dan tidak berpenghuni, sementara rumah lain telah dijual atau berbeda kepemilikan, seperti kasus rumah yang telah berpindah tangan namun tetap dikonfirmasi meninggal dunia oleh pemilik atau keluarganya.

Selain warga yang meninggal, ada juga warga yang keberadaannya diketahui sedang berada di luar negeri. Berdasarkan konfirmasi dari kerabat, warga tersebut sudah pulang dari luar negeri dan kini berdomisili di daerah lain di Jawa Tengah. Tim pengawas juga menemukan beberapa warga yang datanya sudah tidak valid karena rumah dalam keadaan kosong ataupun rumah yang tidak lagi dihuni oleh pemilik yang tercatat.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Bawaslu dan KPU Kota Surabaya dalam menjaga integritas data pemilih agar tetap akurat dan terpercaya. Mereka berharap, melalui pengawasan langsung yang ketat dan verifikasi yang teliti, data pemilih yang valid dapat mendukung proses demokrasi yang jujur dan transparan di masa mendatang. Dengan data yang bersih dari warga yang sudah meninggal atau berpindah tempat, diharapkan hasil pemilu di Surabaya bisa berlangsung adil dan mencerminkan suara rakyat secara nyata.

Penulis : Debbie

Foto : Elmy