Bawaslu Surabaya Hadiri Program Gagasan Bawaslu Jatim Bertajuk "Cangkrukan Demokrasi" Edisi ke-5 melalui Zoom Meeting
|
Surabaya - Bawaslu Kota Surabaya melalui Koordinator Divisi (Kordiv) Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Syafiudin, didampingi staf, turut menghadiri kegiatan Cangkrukan Demokrasi Edisi ke-5 pada Selasa, 15 Juli 2025.
Kegiatan ini dibuka oleh Kordiv Humas Data dan Informasi (Datin) Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Dwi Endah Prasetyowati. Dalam sambutannya, ia menyampaikan beberapa arahan penting terkait proses Monitoring dan Evaluasi (Monev) kehumasan.
“Cangkrukan ini saat ini memasuki masa sanggah untuk penilaian monev, silakan dimanfaatkan karena ini masih tahap awal. Jika tidak ada sanggahan atau perbaikan, maka prosesnya akan dilanjutkan,” ungkapnya.
Dwi Endah juga menegaskan pentingnya komitmen seluruh jajaran Bawaslu dalam memberikan pelayanan informasi yang terbaik kepada publik.
“Sejak awal saya berharap dan yakin kita semua sudah melakukan yang terbaik. Proses monev ini belum selesai, maka diharapkan seluruh elemen Bawaslu bersungguh-sungguh mengawal penilaian ini, karena sebagai lembaga publik kita punya tanggung jawab bersama untuk memberikan layanan informasi yang optimal,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Dwi Endah juga menyoroti adanya beberapa catatan dalam penilaian yang melibatkan Bawaslu Kabupaten/Kota. Ia menambahkan bahwa Bawaslu Provinsi Jawa Timur akan melakukan evaluasi menyeluruh agar ke depan proses kehumasan dapat berjalan semakin baik.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang menghadirkan empat narasumber dari jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota di Jawa Timur, diantaranya :
Agus Hariyanto (Anggota Bawaslu Kabupaten Pacitan) memaparkan pemanfaatan teknologi dalam mendukung efektivitas dan efisiensi kerja pengawasan.
Anita Setia Mega Putri (Anggota Bawaslu Kabupaten Ngawi) menyampaikan strategi meningkatkan kepercayaan publik terhadap Bawaslu.
Suryadi (Anggota Bawaslu Kabupaten Pamekasan) mengulas evaluasi kinerja PPID dalam keterbukaan informasi publik.
Zahid (Anggota Bawaslu Kabupaten Pasuruan) menjelaskan pentingnya pemahaman terhadap data dan informasi dalam konteks kepemiluan.
Seluruh rangkaian diskusi dipandu dengan lancar oleh moderator Akhmad Hidayatullah, staf Bawaslu Kabupaten Pasuruan, yang turut menjaga jalannya dialog agar tetap interaktif dan produktif.
Melalui forum Cangkrukan Demokrasi ini, diharapkan terbangun ruang diskusi yang konstruktif untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, serta inovasi di bidang kehumasan dan pengawasan. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur agar mampu memberikan pelayanan informasi yang lebih transparan, akuntabel, dan terpercaya kepada publik. Dengan komitmen bersama, Bawaslu optimis dapat meningkatkan kualitas pengawasan demi terwujudnya demokrasi yang semakin berkualitas.