Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Surabaya Rilis Podcast Kedua Edisi Ramadhan Tahun 2026, Bahas Strategi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi di Masa Non Tahapan Pemilu

#

Pelaksanaan Ritme (Ngabuburit Mengawasi) Podcast Episode 2 pada Rabu (04/03/2026)

Surabaya - Bawaslu Kota Surabaya merilis podcast kedua selama bulan Ramadhan tahun 2026 yang bertajuk "Ritme (Ngabuburit Mengawasi)". Rilis dilakukan pada hari Rabu (04/03/2026), melalui kanal Youtube resmi Bawaslu Kota Surabaya, yang diharapkan mampu menjangkau masyarakat luas dengan format yang santai dan edukatif. Melalui podcast ini, Bawaslu Kota Surabaya ingin meningkatkan pemahaman masyarakat tentang proses pengawasan pemilu serta tantangan yang dihadapi.

Edisi kedua podcast ini menghadirkan narasumber utama, Dimas Anggara, Anggota Bawaslu Kota Surabaya, yang berperan sebagai narator sekaligus pemapar materi. Ia didampingi oleh Rafik Al Hariri, analis hukum dari Bawaslu Kota Surabaya, yang bertugas sebagai host sekaligus memandu diskusi. Dengan format yang santai dan mudah dipahami, mereka membahas berbagai aspek penting terkait pengawasan pemilu di masa mendatang, termasuk penggunaan data dan teknologi dalam penanganan pelanggaran.

Salah satu fokus utama dalam diskusi ini adalah pentingnya data dan informasi sebagai basis utama dalam pengambilan kebijakan. Dimas Anggara menegaskan bahwa data tidak sekadar dokumen, melainkan menjadi fondasi untuk melakukan evaluasi serta menentukan langkah strategis. Ia menyampaikan bahwa laporan masyarakat yang banyak terkait pelanggaran sering kali tidak memenuhi syarat secara formil maupun materiil, sehingga Bawaslu perlu meningkatkan sosialisasi mengenai mekanisme pelaporan dan pencegahannya.

Selain itu, Bawaslu Kota Surabaya juga menyoroti strategi pengawasan dan konsolidasi internal. Mereka melakukan koordinasi dan penyamaan persepsi mengenai jenis pelanggaran serta prosedur penanganannya. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh jajaran pengawas memahami langkah yang harus diambil. Selain itu, Bawaslu juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan lembaga pemantau lain dan lebih mengutamakan tindakan preventif daripada sekadar penindakan setelah pelanggaran terjadi.

Dalam konteks tantangan teknologi, diskusi ini menyinggung potensi pelanggaran di masa depan yang akan semakin canggih. Dimas menyebutkan bahwa penyebaran hoaks melalui kecerdasan buatan (AI) dan teknologi deep fake diprediksi akan menjadi ancaman besar, terutama menjelang Pemilu 2029. Oleh karena itu, Bawaslu menekankan perlunya meningkatkan kompetensi pengawas dalam bidang digital forensik dasar, seperti membaca metadata, agar pengawasan ruang digital dapat dilakukan secara lebih efektif dan akurat.

Selain teknologi, kekhawatiran terhadap potensi pelanggaran baru juga diangkat. Penggunaan platform digital seperti Roblox untuk kampanye politik dan praktik politik uang melalui e-wallet serta cryptocurrency menjadi perhatian utama. Pengawasan terhadap platform-platform ini dinilai masih sangat diperlukan agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan tertentu yang merugikan proses demokrasi.

Peran serta masyarakat menjadi poin penting dalam diskusi ini. Bawaslu menyadari bahwa sumber daya mereka terbatas, sehingga partisipasi aktif dari masyarakat sangat diperlukan. Masyarakat diharapkan berani menegur dan melaporkan dugaan pelanggaran politik, paling lambat tujuh hari setelah kejadian, demi menjaga kualitas pemimpin dan proses demokrasi yang bersih dan berintegritas.

Dengan peluncuran podcast ini, Bawaslu Kota Surabaya berharap dapat memperkuat komunikasi dan edukasi kepada masyarakat selama bulan Ramadhan. Melalui pendekatan yang santai namun edukatif, mereka ingin membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pengawasan partisipatif, termasuk dalam menghadapi tantangan teknologi dan dinamika politik digital yang semakin kompleks di masa depan.

Penulis dan Foto: Debbie

Editor: Suib