Bawaslu Kota Surabaya Perkuat Monitoring ke KPU Saat Coktas di Kelurahan Tanjungsari
|
Surabaya - Bawaslu Kota Surabaya memperkuat monitoring dan pengawasan selama kegiatan pencocokan dan penelitian terbatas (coktas) dalam proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan di wilayah Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukomanunggal. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 20 November 2025, mulai pukul 09.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 14.41 WIB. Pengawasan langsung ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan berlangsung secara transparan serta akuntabel.
Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kota Surabaya membagi tim menjadi enam bagian yang melakukan monitoring secara simultan di beberapa lokasi. Salah satu tim utama, yang terdiri dari anggota Bawaslu, staf ,serta mahasiswa magang, melakukan pengawasan langsung bersama Tim KPU Surabaya. Kolaborasi ini bertujuan memastikan keabsahan data pemilih dan mengidentifikasi adanya data yang perlu diperbarui atau dikoreksi, terutama terkait warga yang diduga berada di luar negeri atau sudah meninggal dunia.
Selama coktas, tim melakukan kunjungan ke rumah warga yang tercatat dalam data pemilih. Dari hasil verifikasi di lapangan, ditemukan sejumlah warga yang selama ini tercatat aktif tetapi keberadaannya tidak dapat dipastikan karena rumah kosong, tertutup, atau ternyata mereka sedang berada di luar negeri. Beberapa warga diketahui sedang bekerja atau studi di Singapura dan Mesir, sementara salah satu warga lainnya diketahui telah kembali ke Indonesia namun sedang berada di luar kota karena keperluan pekerjaan.
Selain itu, tim juga mengonfirmasi status warga yang berusia di atas 100 tahun. Salah satu warga yang tercatat berumur lebih dari 100 tahun ternyata sudah meninggal dunia, dan keberadaannya tidak dapat ditemui karena kondisi kesehatan yang kritis. Temuan ini didukung oleh keterangan keluarga yang menginformasikan bahwa warga tersebut berusia 102 tahun dan saat ini tidak mampu menggunakan hak pilih karena kondisi kesehatannya yang memburuk.
Seluruh hasil pengawasan ini didokumentasikan secara lengkap, termasuk foto dan dokumen pendukung, guna memastikan data yang diperoleh valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Kegiatan ini menunjukkan komitmen Bawaslu dan KPU Surabaya dalam menjaga keakuratan data pemilih, sehingga proses pemilihan umum yang akan datang dapat berjalan dengan lancar, jujur, dan transparan.
Kegiatan monitoring yang intensif ini menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap potensi data ganda, warga yang tidak lagi berhak memilih, dan warga yang keberadaannya tidak jelas. Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan data pemilih di Surabaya akan lebih akurat, mencerminkan kondisi sebenarnya, dan mampu mendukung kelancaran proses demokrasi di kota tersebut.
Penulis : Debbie
Foto : Avisa