Bawaslu Kota Surabaya Ikuti Kegiatan Diskusi Humas Datin Cangkrukan Demokrasi Seri 13 tentang Etika Publikasi Data Pengawasan
|
Surabaya, 13 Oktober 2024 - Dalam upaya meningkatkan kualitas pengawasan dan pelayanan informasi publik, Bawaslu Kota Surabaya mengikuti kegiatan diskusi Humas Datin Cangkrukan Demokrasi Seri 13 yang mengangkat tema “Etika Publikasi Data Pengawasan di Lingkungan Bawaslu”. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam memperkuat sinergi dan profesionalisme dalam pengelolaan data serta penyebaran informasi yang akurat dan bertanggung jawab.
Acara ini dihadiri langsung oleh anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur hingga seluruh anggota Bawaslu Kabupaten/Kota di lingkungan Bawaslu Provinsi Jawa Timur, serta diikuti secara daring oleh staf humas dari seluruh Kabupaten/Kota di lingkungan Bawaslu Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi dan tukar pengalaman dalam rangka memastikan standar etika dan prosedur dalam publikasi data pengawasan.
Dalam sambutannya, Dwi Endah Prasetyowati, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam pengelolaan data pengawasan. “Kita harus punya komitmen bersama agar lembaga kita mampu memberikan pelayanan dan informasi publik yang lebih baik,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa penyebaran data harus dilakukan secara etis agar tidak menimbulkan interpretasi yang salah dan tetap sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Rusmifahrizal Rustam, anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, menyoroti pentingnya pengelolaan data yang cermat dan bertanggung jawab. Ia mengingatkan agar setiap publikasi data harus memperhatikan aspek legal dan etis, termasuk apa yang boleh dan tidak boleh dipublikasikan demi menjaga integritas serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengawasan.
Di sisi lain, A. Warits, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur sekaligus membuka acara, menyampaikan bahwa sebelum data dipublikasikan, harus melalui prosedur yang ketat untuk memastikan data tersebut informatif dan tidak menimbulkan misinformasi. Ia juga mengusulkan agar penguatan literasi politik berbasis catatan peristiwa pemilu terus dikembangkan, agar pengumpulan dan analisis data dapat lebih optimal. “Pengumpulan data selama ini masih belum maksimal. Kita harus mampu merekonstruksi data tersebut agar dapat menilai keberhasilan dan kekurangan dalam pelaksanaan pemilu,” ujarnya.
Selain sambutan dari Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari sejumlah anggota Bawaslu dari kabupaten/kota di Jawa Timur, seperti M. Syarifudin Lubis dari Bawaslu Kabupaten Lumajang, Qoirul Anam dari Bawaslu Kabupaten Madiun, Purwanto dari Bawaslu Kabupaten Magetan, dan Abdul Allam Amrullah dari Bawaslu Kabupaten Malang. Mereka berbagi pengalaman serta tantangan yang dihadapi dalam pengawasan di tingkat daerah, sekaligus memperkaya wawasan peserta dalam menerapkan etika dan prosedur pengelolaan data pengawasan.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas di lingkungan Bawaslu Provinsi Jawa Timur dalam mengelola dan menyampaikan data pengawasan secara profesional dan bertanggung jawab, demi meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengawas Pemilu.
Penulis : Debbie