Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Surabaya Hadir dalam Rapat Persiapan Pendidikan Pengawas Partisipatif Menuju Pemilu 2029

#

Surabaya - Dalam rangka memperkuat pengawasan partisipatif menjelang Pemilu 2029, Bawaslu Provinsi Jawa Timur menggelar rapat persiapan pendidikan pengawas partisipatif pada Selasa (14/10/2025) yang bertujuan meningkatkan kapasitas kader pengawasan di tingkat bawah. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan proses pemilihan yang bersih, transparan, dan berintegritas.

Rapat yang dilakukan secara daring ini mengadopsi sistem Peer to Peer (P2P), sebuah platform inovatif yang memungkinkan seluruh peserta dari Bawaslu Kabupaten/Kota di Jawa Timur untuk mengikuti materi secara interaktif. Melalui sistem ini, peserta diharapkan mampu mengakses dan menuntaskan enam materi utama yang telah disiapkan, termasuk video dan audio visual yang dapat diakses melalui website resmi. Setelah menonton materi, peserta akan diminta memberikan review sebagai bentuk pengukuran pemahaman dan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan pengawasan di lapangan.

Selain pembelajaran daring, Bawaslu Provinsi Jawa Timur juga menyiapkan rangkaian pelatihan tatap muka yang akan dilaksanakan di 11 lokasi berbeda di seluruh wilayah Provinsi. Pelatihan ini menambahkan materi muatan lokal serta perspektif khusus terkait kerawanan politik uang dan netralitas, dua isu krusial yang sering menjadi hambatan dalam pelaksanaan pemilu yang bersih dan demokratis. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas kader pengawas agar lebih peka dan mampu menjaga independensi mereka di tengah dinamika politik yang kompleks.

Target partisipasi dalam program ini sebanyak 1.400 orang, termasuk alumni SKPP dan peserta P2P. Pengelolaan database kader menjadi fokus utama, guna memastikan informasi dan kompetensi mereka tetap terjaga dan dapat diandalkan. Dalam pelaksanaan sistem P2P, setiap kabupaten/kota diharapkan mampu mengelola pendampingan secara aktif, memastikan keaktifan peserta, serta menyusun jadwal yang sesuai dengan agenda daerah masing-masing.

Diharapkan, komitmen peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai dapat meningkatkan efektivitas pengawasan di lapangan. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada tingkat partisipasi dan kompetensi kader pengawas. Melalui pelatihan ini, diharapkan pengawasan partisipatif di tingkat bawah dapat menjadi kekuatan utama dalam menjaga demokrasi yang bersih dan berintegritas di Jawa Timur dan secara nasional.

Dengan penguatan kapasitas dan pengelolaan data yang profesional, Bawaslu Provinsi Jawa Timur berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mewujudkan proses pemilihan umum yang adil, jujur, dan transparan di masa mendatang.

Penulis : Debbie