Bawaslu Kota Surabaya Gelar Diseminasi Internal dan Monitoring Evaluasi DIGIPROBAJA Digitalisasi Pengadaan Dorong Transparansi dan Efisiensi Kinerja Sekretariat
|
Surabaya, 24 Oktober 2025 - Sekretariat Bawaslu Kota Surabaya menyelenggarakan Diseminasi Internal dan Monitoring–Evaluasi (Monev) implementasi DIGIPROBAJA (Digitalisasi Pemantauan Progres Pengadaan Barang dan Jasa), bagian dari Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XII. Program ini memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengadaan melalui pemantauan digital yang terstruktur dan mudah ditelusuri.
Kegiatan dipimpin Tangguh Gradhianta, S.Si. (Kepala Subbagian Administrasi) selaku Project Leader, dengan dukungan penuh Komisioner Bawaslu Kota Surabaya, Arif Priyono, S.E. selaku Mentor/Kepala Sekretariat, serta kolaborasi Kasubbag Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa dan Hukum (P3SH) dan Subbagian Partisipasi Masyarakat (Parmas) yang menjadi ujung tombak integrasi data dan operasional harian sistem dan seluruh jajaran staf Sekretariat.
DIGIPROBAJA menyajikan template dan alur kerja tunggal berbasis Excel dengan indikator warna (merah–kuning–hijau) untuk memantau status setiap paket pengadaan secara real-time. Standardisasi ini mengurangi pencarian data manual dan menyatukan persepsi antar-subbagian sehingga rapat tindak lanjut lebih fokus pada penyelesaian masalah.
Pada sesi diseminasi, seluruh pejabat/pegawai terkait mendapatkan pelatihan teknis: input data, validasi, hingga laporan otomatis. Forum yang sama dipakai untuk Monev jangka pendek, mengevaluasi efektivitas sistem dan kepuasan pengguna sebelum perluasan penerapan lintas unit.
Uji coba pada lima paket pengadaan menunjukkan waktu pelaporan turun dari 4–5 hari menjadi 1 hari kerja, sekaligus penghematan biaya operasional sekitar Rp2,72 juta/bulan (ATK, rapat, lembur). Efisiensi waktu pelaporan mencapai 80% lebih cepat, dan jam kerja administratif dialihkan ke fungsi analisis dan pengawasan.
Keberhasilan program ditopang Tim Efektif Aksi Perubahan yang melibatkan Subbag Administrasi, Keuangan, P3SH, dan Parmas, dengan peran jelas—dari pengelolaan data, validasi, hingga publikasi ringkasan progres. Kolaborasi dengan Inspektorat dan Bawaslu Provinsi Jawa Timur memperkuat kepatuhan dan mutu data.
DIGIPROBAJA diarahkan berkelanjutan melalui Monev berkala, perbaikan iteratif template, pembakuan ke SOP Sekretariat, dan integrasi ringkasan ke kanal resmi internal. Budaya kerja digital dan kolaboratif kini menjadi fondasi pengelolaan pengadaan yang transparan dan akuntabel.
Penulis : Debbie
Foto : Taga