Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Surabaya Hadiri Diskusi Cangkruk Pengawasan : Bertajuk Pengelolaan Informasi Publik di Era Digital
|
Surabaya, 22 Juli 2025 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Surabaya pada hari Selasa, tanggal 22 Juli 2025, turut serta mengikuti kegiatan Zoom Meeting Cangkruk Pengawasan yang diadakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur
Rusmi Fahrizal Rustam, Anggota Bawaslu Provinsi Jatim memberi arahan dalam sambutanya bahwa pentingnya informasi yang dapat membantu dalam proses pengembangan dalam komunikasi yang efektif dan efisien, serta dapat membantu dalam pengembangan inovasi dan kreatifitas dalam mengelola informasi dalam media sosial, dengan demikian, informasi di era digital menjadi sangat penting dan dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, penting untuk mengelola informasi dengan bijak dan efektif.” jelasnya.
Yonki Hendriyanto, Ketua Bawaslu Kabupaten Sampang mewakili Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat menyampaikan dalam materinya bahwa Membangun Keterlibatan Publik dan Integritas Demokrasi, pentingnya kehadiran Bawaslu di era digital bukan hanya info tetapi sebagai alat parsipasi publik yang mempunyai jangkauan luas di masyarakat, sehingga peran masyarakat dalam melakukan pengawasan partisipatif lebih maksimal, namun ada tantangan yang harus kita cari solusi bersama yaitu stagnnasi followers di akun Bawaslu Kabupaten / Kota sehingga butuh strategi yang kreatif, konsisten, dankontekstual. Followers terkelola, citra lembaga terjaga,” tutupnya.
Miftachul Asror, S.Th.I, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Kabupaten Ponorogo, Branding Bawaslu di luar masa pemilu sama pentingnya karena membentuk persepsi, meningkatkan partisipasi publik, dan memastikan pemilu berikutnya berjalan lebih baik. Tanpa branding yang konsisten, citra Bawaslu bisa memudar, dan masyarakat mungkin kurang peduli terhadap pengawasan pemilu. Branding Publikasi sebagai strategi ini membutuhkan sinergi tim humas, bidang teknis, dan dukungan teknologi untuk eksekusi maksimal.
Masih menurutnya, memanfaatkan media sosial untuk mencapai berbagai tujuan, termasuk memperluas jangkauan informasi dan meningkatkan keterlibatan masyarakat. Keterlibatan ini penting untuk memastikan masyarakat paham dan bisa mengikuti kegiatan yang berlangsung. Media sosial juga mendukung lembaga dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dengan memungkinkan mereka menjelaskan program mereka secara terperinci dan memantau umpan balik dari masyarakat. lebih lanjut, media sosial membantu mempererat hubungan antara lembaga dan masyarakat.
Agisma D. Fastari, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Sidoarjo, bahwa strategi dan pola hubungan efektif Bawaslu dengan Media Massa memperkuat hubungan Bawaslu dengan media sebagai mitra strategis, meningkatkan keterbukaan dan kepercayaan publik melalui pemberitaan yang akurat dan edukatif serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. “Media bukan sekadar peliput, tetapi mitra strategis dalam mengawal demokrasi", imbuhnya.
SUIB