Apel Pagi Bawaslu Kota Surabaya: Kepala Sekretariat Tekankan Pentingnya Resiliensi Hadapi Aturan Baru
|
Surabaya - Pada Senin (30/03/2026), berlangsung kegiatan apel pagi di halaman kantor Bawaslu Kota Surabaya yang diikuti oleh seluruh staf yang sedang menjalani Work From Office (WFO). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Surabaya, Arif Priyono, yang hadir untuk memberikan arahan kepada para pegawai. Agenda utama dari apel ini adalah menyampaikan aturan baru yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2026 mengenai jam kerja di lingkungan Sekretariat Bawaslu.
Dalam arahannya, Arif menekankan pentingnya seluruh staf untuk memahami dan mematuhi ketentuan tersebut secara serius. Ia mengingatkan bahwa perubahan aturan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus dihadapi dengan sikap positif dan kesiapan mental. Ia menyampaikan bahwa, menghadapi aturan baru, pegawai harus membangun resiliensi yang kokoh agar dapat tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bertransformasi dan berkembang di tengah perubahan yang terjadi. Menurutnya, resiliensi ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan kinerja pegawai di tengah ketidakpastian.
Arif menambahkan bahwa resiliensi dimulai dari penerimaan terhadap kenyataan bahwa perubahan adalah satu-satunya kepastian dalam dunia kerja saat ini. Dengan menjaga kestabilan emosi dan menghindari nostalgia terhadap aturan lama, pegawai dapat tetap fokus dan produktif. Ia juga menekankan bahwa adaptasi merupakan langkah nyata untuk menerjemahkan ketangguhan mental ke dalam tindakan nyata, seperti melakukan pembelajaran mandiri maupun kolaborasi untuk menutup kesenjangan kompetensi yang muncul akibat perubahan regulasi.
Lebih jauh, Arif menyampaikan bahwa kelincahan dalam beradaptasi memungkinkan pegawai untuk mengubah hambatan birokrasi menjadi peluang. Ia mengajak staf untuk melihat perubahan sebagai peluang penyederhanaan proses kerja yang selama ini mungkin sudah usang. Sikap positif menjadi kunci dalam mempercepat proses transisi ini, di mana pegawai didorong untuk mengubah narasi internal dari yang semula melihat aturan baru sebagai beban menjadi tantangan yang mampu mereka atasi.
Dalam konteks ini, Kepala Sekretariat menekankan bahwa sikap positif juga berperan penting dalam mencegah kelelahan mental (burnout). Pegawai yang mampu mengarahkan energi mereka untuk mencari solusi dan melakukan inovasi akan lebih tangguh menghadapi perubahan. Ia menyatakan bahwa energi yang dialokasikan untuk resistensi yang sia-sia justru akan menghambat produktivitas, sementara fokus pada penyesuaian dan inovasi akan menguatkan budaya kerja yang dinamis dan berkelanjutan.
Di akhir arahan, Arif menegaskan bahwa kesiapan mental dan budaya kerja yang adaptif akan melahirkan suasana kerja yang lebih organik dan berdaya saing tinggi. Ia menyampaikan bahwa, ketika resiliensi, adaptasi, dan sikap positif menyatu, pegawai tidak lagi melihat perubahan aturan sebagai ancaman, melainkan sebagai batu loncatan menuju profesionalisme yang lebih tinggi. Kesiapan ini diyakini akan memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan demikian, apel pagi ini tidak hanya menjadi momen penyampaian informasi, tetapi juga sebagai momentum untuk membangun semangat dan mentalitas positif di kalangan pegawai Bawaslu Kota Surabaya. Kepala Sekretariat menegaskan bahwa tantangan dari aturan baru harus disikapi dengan sikap yang konstruktif agar organisasi mampu tetap berjalan efektif, adaptif, dan inovatif di tengah dinamika regulasi yang selalu berubah.
Penulis dan Foto: Debbie
Editor: Suib