Lompat ke isi utama

Berita

Sambut Hari Kebangkitan Nasional, Kasubbag Administrasi Dorong Pelayanan Prima yang Cepat dan Terintegrasi

#

Apel pagi di lingkungan Bawaslu Kota Surabaya pada Senin (18/05/2026)

Surabaya - Bawaslu Kota Surabaya menggelar kegiatan rutin apel pagi yang diikuti oleh Staf kesekretariatan. Kegiatan rutin penegakan disiplin kerja tersebut dilaksanakan secara khidmat pada Senin (18/05/2026) bertempat di halaman Kantor Bawaslu Kota Surabaya. Apel kali ini dipimpin langsung oleh Kepala Subbagian (Kasubbag) Administrasi Bawaslu Kota Surabaya, Tangguh Gradhianta, yang bertindak sebagai pembina apel pagi.

Dalam amanatnya, Tangguh menyampaikan bahwa momentum menjelang Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei harus dijadikan sebagai pijakan krusial bagi Bawaslu Kota Surabaya. Ia mendorong seluruh staf untuk merefleksikan kembali makna serta esensi perjuangan dalam konteks modern saat ini. Menurutnya, semangat kebangkitan harus diadopsi ke dalam etos kerja pengawasan guna menjawab ekspektasi publik yang kian dinamis dalam mengawal jalannya demokrasi.

Tangguh mengibaratkan tugas pengawasan saat ini dengan heroisme para pahlawan masa lalu yang rela meleburkan sekat-sekat kedaerahan demi meraih kemerdekaan bangsa Indonesia. Di era modern ini, seluruh jajaran pengawas pemilu dituntut untuk meruntuhkan tembok ego sektoral demi tegaknya pilar-pilar demokrasi di Kota Pahlawan. Dirinya menegaskan bahwa pola kerja yang terkotak-kotak atau mentalitas mengutamakan kepentingan divisi sendiri (silo mentality) sudah tidak relevan lagi dengan tuntutan zaman.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa tantangan dalam pengawasan dan penegakan hukum kepemiluan ke depan dipastikan akan berjalan semakin kompleks dan membutuhkan penanganan taktis. Keberadaan sekat birokrasi di internal sekretariat dituding menjadi salah satu faktor penghambat utama yang dapat menurunkan capaian performa dan kinerja lembaga secara kolektif. Untuk itu, perubahan paradigma dalam mengelola ritme kerja internal mutlak diperlukan guna menciptakan ekosistem pengawasan yang adaptif.

"Pelayanan prima bagi masyarakat Kota Surabaya hanya dapat terwujud melalui komitmen sinergi lintas sektor yang nyata di lingkungan internal kita sendiri," tegas Tangguh di hadapan barisan peserta apel. Dirinya menambahkan bahwa publik atau masyarakat umum selaku penerima layanan tidak akan memedulikan batasan birokratis normatif antar-divisi yang ada di tubuh Bawaslu, melainkan kualitas dari hasil kerja nyata lembaga tersebut.

Ketika terjadi hambatan atau kendala kepemiluan, masyarakat senantiasa menuntut adanya kepastian solusi yang berjalan cepat, tepat, serta terintegrasi atas setiap laporan pengaduan maupun sengketa proses pemilihan. Guna mewujudkan target tersebut, komunikasi antardivisi dan antarbidang di internal Sekretariat Bawaslu Kota Surabaya diinstruksikan harus mengalir secara lancar tanpa hambatan komunikasi. Setiap aparatur sipil negara maupun tenaga pendukung teknis dituntut kesiapannya untuk saling mengulurkan tangan dan memberikan sokongan strategis dalam menyelesaikan tugas lembaga, tanpa terjebak dalam kalimat konvensional seperti "itu bukan urusan bagian saya".

Pada bagian akhir arahannya, Tangguh menitikberatkan bahwa selain penguatan di lini internal, keterbukaan untuk membangun kolaborasi aktif dengan instansi eksternal juga menjadi kunci penentu keberhasilan pengawasan. Bawaslu Kota Surabaya berkomitmen untuk terus memperkuat jejaring kemitraan strategis dengan KPU Kota Surabaya, Pemerintah Kota, aparat penegak hukum, hingga kelompok masyarakat sipil. Upaya memangkas mata rantai birokrasi yang berbelit-belit lewat koordinasi solid ini diharapkan mampu mengaktualisasikan semangat gotong royong pahlawan nasional ke dalam ruang kerja pengawasan pemilu modern.

Penulis dan Foto: Debbie

Editor: Suib