Lompat ke isi utama

Berita

Pertajam Sasaran Kerja Aparatur, PPPK Bawaslu Kota Surabaya Dalami Manajemen Kinerja Jabatan

#

Hari Keempat Pelaksanaan Orientasi Pegawa Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Jumat (21/8/2026)

Surabaya - Rangkaian Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) memasuki hari keempat pada Jumat (21/8/2026). Delapan pegawai PPPK Bawaslu Kota Surabaya kembali mengikuti agenda pembekalan yang berfokus pada pengenalan jabatan serta perencanaan kinerja organisasi, unit kerja, hingga sasaran kinerja individu demi mewujudkan akuntabilitas kerja aparatur yang presisi.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai Perencanaan Kinerja Organisasi, Unit Kerja, dan Individu PPPK yang dipandu secara langsung oleh Annisa Meitasari dari Bawaslu Provinsi Jawa Timur. Dalam sesi ini, peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai bagaimana menyelaraskan (cascading) sasaran kinerja individu dengan target strategis unit kerja dan organisasi secara keseluruhan.

Usai sesi pemaparan dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan pembelajaran mandiri (self learning) melalui platform Learning Management System (LMS) Bawaslu. Melalui LMS, para peserta mendalami materi terkait konsep dan siklus manajemen kinerja organisasi, integrasi MS Office untuk efisiensi pemantauan kinerja, serta penegasan kembali tugas, tanggung jawab, dan kewenangan PPPK dalam mendukung pelaksanaan tugas di unit kerja masing-masing.

Tidak hanya berfokus pada perencanaan teknis, modul self learning pada hari keempat ini juga menyajikan materi krusial mengenai keprotokolan. Para peserta mempelajari pengertian, ruang lingkup, hingga dasar hukum keprotokolan yang mencakup Undang-Undang Keprotokolan beserta aturan turunannya, serta prinsip dasar tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan.

Pemahaman keprotokolan tersebut diperjelas dengan pendalaman etika kelembagaan, seperti aturan urutan penghormatan pejabat, tata cara penyambutan tamu resmi, hingga penggunaan atribut dan seragam kebesaran lembaga. Hal ini penting untuk menjaga wibawa, ketertiban, dan profesionalisme kelembagaan Bawaslu dalam setiap agenda resmi.

Sebagai penutup rangkaian materi pembelajaran mandiri, para peserta dibekali penanaman nilai-nilai antikorupsi dan integritas aparatur. Penanaman nilai ini menjadi benteng etika bagi PPPK Bawaslu Kota Surabaya agar senantiasa menjunjung tinggi netralitas, transparansi, serta profesionalisme dalam menjalankan seluruh tugas pengawasan maupun fasilitasi administrasi.

Melalui pendalaman materi perencanaan kinerja dan keprotokolan ini, delapan pegawai PPPK Bawaslu Kota Surabaya diharapkan mampu menyusun serta mencapai target kinerja individu secara terukur, sekaligus menjaga etika dan martabat lembaga dalam bertugas.

Penulis dan Foto: Debbie

Editor: Suib