Lompat ke isi utama

Berita

Menata Hati dan Memperbaiki Diri: Bawaslu Kota Surabaya Gelar Pembinaan Mental Pegawai Guna Bangun Karakter Berdaya Saing

#

Kegiatan Jumpa Berlian berupa Pembinaan Mental Pegawai yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kota Surabaya pada Rabu (5/8/2026)

Surabaya - Guna memperkuat fondasi etika serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan sekretariat, Bawaslu Kota Surabaya menggelar kegiatan Pembinaan Mental Pegawai pada Rabu (5/8/2026). Mengusung tema "Menata Hati, Memperbaiki Diri: Membangun Karakter Pegawai yang Berdaya Saing dan Berbudaya", agenda yang bertempat di Ruang Rapat Bawaslu Kota Surabaya ini difokuskan pada penguatan ketahanan mental, resiliensi kerja, serta internalisasi nilai-nilai integritas bagi jajaran internal lembaga.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi nyata dari Surat Edaran Ketua Bawaslu RI tentang Program Jumpa Berlian, yang mana salah satu komponen utamanya berfokus pada pembinaan spiritual dan mental pegawai. Bawaslu Kota Surabaya menyadari bahwa performa lembaga yang akuntabel tidak hanya ditentukan oleh pemahaman regulasi teknis semata, tetapi juga berakar pada kesiapan mental, spiritualitas yang kokoh, serta kedewasaan emosional dalam menjalankan tugas-tugas kelembagaan.

Hadir memberikan arahan dan materi dalam kegiatan tersebut yakni Anggota Bawaslu Kota Surabaya, Teguh Suasono Widodo, dengan didampingi oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Surabaya, Trimuda Ancas Wicaksono. Agenda ini diikuti secara penuh oleh seluruh Kepala Subbagian (Kasubbag) serta staf di lingkungan Sekretariat Bawaslu Kota Surabaya sebagai wujud komitmen kolektif dalam merawat iklim kerja yang sehat, harmonis, dan profesional.

Dalam pemaparannya, Teguh menekankan tiga pilar utama pembinaan, yaitu refleksi niat pengabdian, pengelolaan beban kerja (stress management), dan pembentukan budaya kerja yang kolaboratif. Seluruh Kasubbag dan staf diajak untuk melakukan introspeksi mendalam mengenai makna pekerjaan sebagai ruang pengabdian spiritual dan sosial, sekaligus menyelaraskan ritme kerja pribadi dengan target kelembagaan agar tercipta iklim kerja yang produktif dan kondusif.

Sementara itu, pendekatan acara dikemas secara interaktif melalui kombinasi pemaparan motivasi, diskusi reflektif, hingga pembahasan dinamika internal ruang kerja. Tidak sekadar mendengarkan pemaparan satu arah, seluruh peserta dari tingkat pimpinan, Kasubbag, hingga staf diberikan ruang aman (safe space) untuk saling bertukar gagasan, menyampaikan kendala komunikasi, serta merumuskan langkah konkret dalam menjaga integritas di tengah padatnya kegiatan.

Teguh juga menggarisbawahi bahwa aspek "berdaya saing dan berbudaya" harus terwujud dalam tindakan sehari-hari seluruh jajaran. Berdaya saing diartikan sebagai dorongan untuk terus belajar (growth mindset) dan tanggap memberi solusi, sedangkan nilai berbudaya diwujudkan melalui kesantunan berinteraksi, penghormatan atas etika organisasi, serta pembiasaan komunikasi kualitatif yang saling membangun lintas subbagian.

Melalui penyelengaraan pembinaan mental dan spiritual dalam kerangka Jumpa Berlian ini, Bawaslu Kota Surabaya berharap mampu mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya tangguh secara teknis dan cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman moral yang kokoh. Langkah konsisten ini diharapkan dapat terus meningkatkan kepercayaan publik terhadap peran Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu yang profesional, berintegritas, dan melayani.

Penulis dan Foto: Debbie

Editor: Suib