Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Surabaya Satukan Langkah Lewat Rapat Konsolidasi Bersama Pimpinan dan Staf
|
Surabaya - Guna memperkuat soliditas internal dan menyelaraskan ritme kerja organisasi, Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Surabaya, Trimuda Ancas Wicaksono, langsung bergerak cepat menggelar rapat konsolidasi internal pada Senin pagi (25/05/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bawaslu Kota Surabaya ini dilaksanakan segera setelah pelaksanaan apel pagi usai. Rapat formal tersebut dihadiri secara lengkap oleh jajaran pimpinan serta seluruh staf sekretariat dalam suasana yang konstruktif.
Mengawali jalannya forum, Kepala Sekretariat memanfaatkan momen penting ini untuk memperkenalkan diri secara resmi di hadapan pimpinan dan staf yang hadir. Dalam arahan perdananya, Ancas menitipkan pesan mendalam mengenai komitmen terhadap keberlanjutan roda organisasi. Ia menegaskan agar seluruh capaian positif dan program yang sudah berjalan baik di lingkungan institusi selama ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya, sementara segala kebiasaan buruk yang dapat menghambat kinerja lembaga harus segera ditinggalkan.
Estafet pengarahan kemudian dilanjutkan oleh Ketua Bawaslu Kota Surabaya, Novli Bernado Thyssen, yang menekankan pentingnya keterbukaan dan ruang evaluasi secara berkala. Novli berpesan agar setiap kekurangan, kendala, maupun hambatan teknis yang dihadapi oleh jajaran staf dalam menjalankan tugas pengawasan wajib disampaikan secara transparan di dalam forum evaluasi internal yang rutin digelar setiap bulan. Ruang evaluasi ini diproyeksikan sebagai solusi bersama untuk membedah masalah secara kolektif demi perbaikan kinerja kelembagaan.
Lebih lanjut, Novli juga memotivasi seluruh jajaran untuk tidak pernah berhenti meningkatkan kualitas diri, baik melalui pengasahan keterampilan (skill), jenjang pendidikan formal, maupun kompetensi penunjang lainnya. Sebagai bentuk pelecut semangat, ia memberikan contoh nyata tentang adanya tenaga pendukung di Bawaslu Surabaya yang kini telah berhasil diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Pegawai tersebut dinilai menjadi teladan positif karena tidak merasa malu atau patah arang untuk terus meng-upgrade tingkat pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, meskipun sudah tidak lagi berusia muda.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Kota Surabaya, Teguh Suasono Widodo, mempertegas aturan kedisiplinan pegawai dengan menyampaikan instruksi terbaru dari tingkat pusat. Merujuk pada arahan langsung Ketua Bawaslu RI dalam kegiatan kedinasan di Jakarta beberapa waktu lalu, Teguh menyampaikan bahwa kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) bagi ASN kini diatur secara ketat dan hanya berlaku pada hari Jumat. Aturan ini pun mengikat dengan catatan bahwa pegawai harus tetap bersiap siaga menerima tugas dan perintah kedinasan kapan saja secara responsif.
Teguh juga mengingatkan dengan tegas mengenai sanksi administratif yang membayangi apabila instruksi pimpinan terkait pembagian tugas tersebut diabaikan oleh pegawai. Jika ada staf atau ASN yang kedapatan mengindahkan atau melalaikan perintah kerja yang diberikan pada hari kerja maupun saat pemberlakuan WFH, maka pimpinan memiliki wewenang penuh serta tidak akan segan untuk menjatuhkan sanksi berupa Surat Peringatan (SP) kepada yang bersangkutan. Langkah tegas ini diambil semata-mata demi menjaga marwah, profesionalitas, dan kinerja lembaga pengawas pemilu tingkat kota tetap berada dalam jalur yang optimal.
Melengkapi rangkaian arahan pimpinan, Anggota Bawaslu Kota Surabaya, Eko Rinda Prasetiyadi, memberikan pesan khusus yang ditujukan kepada Kepala Sekretariat yang baru guna menjaga ritme kerja kolektif. Eko menyarankan agar Kepala Sekretariat terlebih dahulu mencermati, mengamati, dan menganalisis ritme kerja serta dinamika komunikasi publik yang ada di dalam kantor ini secara menyeluruh. Jika proses analisis tersebut sudah matang, Kepala Sekretariat dipersilakan untuk merumuskan, menyesuaikan, dan menerapkan sistem kerja terbaik yang paling adaptif demi mendorong kemajuan serta kejayaan Bawaslu Kota Surabaya ke depan. Kegiatan rapat konsolidasi perdana ini kemudian diakhiri dengan pembacaan doa bersama serta pemotongan tumpeng tasyakuran sebagai simbol harapan baru agar institusi menjadi semakin solid dan lebih baik lagi.
Penulis dan Foto: Debbie
Editor: Suib