Jelang Akhir Masa Magang, Mahasiswa Ilmu Politik UNESA Paparkan Hasil Riset dan Rekomendasi Penguatan Pengawasan Pemilu di Bawaslu Surabaya
|
Surabaya – Menjelang berakhirnya masa program magang mahasiswa Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Bawaslu Kota Surabaya menggelar agenda diskusi dan presentasi hasil riset sebagai bentuk evaluasi sekaligus pengembangan kapasitas mahasiswa. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (21/10/2026) tersebut melibatkan mahasiswa magang bersama jajaran staf Sekretariat Bawaslu Kota Surabaya.
Agenda ini menjadi ruang akademik sekaligus refleksi untuk mengukur sejauh mana pengetahuan, pengalaman, serta kompetensi yang telah diperoleh mahasiswa selama menjalani proses magang di lingkungan Bawaslu Kota Surabaya. Tidak hanya menjadi wadah penyampaian hasil pembelajaran, kegiatan ini juga diharapkan mampu menghasilkan gagasan konstruktif yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan pemilu.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa mempresentasikan hasil riset yang mengangkat tema “Kesalahan Administrasi pada Masa Penghitungan dan Rekapitulasi Suara Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Tahun 2024.” Kajian ini menyoroti berbagai aspek administratif dalam tahapan penghitungan dan rekapitulasi suara, sekaligus mengidentifikasi potensi permasalahan yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggaraan pengawasan pemilihan pada masa mendatang.
Melalui pendekatan akademis, mahasiswa berupaya menghubungkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik pengawasan pemilihan di lapangan. Hasil kajian tersebut tidak hanya diarahkan untuk memahami persoalan administratif yang terjadi, tetapi juga untuk merumuskan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memperkuat efektivitas pengawasan.
Secara garis besar, presentasi ini menitikberatkan pada pentingnya penguatan mekanisme pengawasan, peningkatan ketelitian administrasi, serta optimalisasi langkah pencegahan terhadap potensi kesalahan dalam tahapan penghitungan dan rekapitulasi suara. Rekomendasi yang disampaikan diharapkan dapat memberikan perspektif tambahan bagi Bawaslu dalam menyusun strategi pengawasan yang semakin sistematis, akuntabel, dan berorientasi pada pencegahan.
Diskusi bersama jajaran staf sekretariat turut menjadi sarana pertukaran pengetahuan antara perspektif akademis mahasiswa dan pengalaman praktis kelembagaan. Melalui forum tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan analisis, berpikir kritis, serta menyampaikan gagasan secara terstruktur dalam konteks penyelenggaraan demokrasi dan pengawasan pemilu.
Bagi Bawaslu Kota Surabaya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan riset dan diskusi merupakan bagian dari upaya membangun sinergi antara lembaga pengawas pemilu dengan dunia pendidikan tinggi. Kehadiran mahasiswa tidak hanya dimaknai sebagai bagian dari proses pembelajaran, tetapi juga sebagai kesempatan menghadirkan perspektif baru dalam mendukung evaluasi dan pengembangan kualitas pengawasan.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Surabaya berharap pengalaman magang yang telah dijalani mahasiswa UNESA dapat memberikan manfaat akademis sekaligus menumbuhkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya integritas, ketelitian, dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pemilihan.
Menutup rangkaian pembelajaran menjelang berakhirnya masa magang, kegiatan presentasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga pengawas pemilu dapat menghasilkan kontribusi nyata melalui pemikiran kritis, riset, serta rekomendasi yang berorientasi pada penguatan demokrasi dan peningkatan kualitas pengawasan Pemilu 2029 mendatang.