Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Surabaya Masuk Sekolah, Sosialisasikan Pengawasan Partisipatif bagi Pemilih Pemula

#

Bawaslu Kota Surabaya sosialisasikan pengawasan partisipatif bagi pemilih pemula di MAN Kota Surabaya pada Rabu (06/05/2026)

Surabaya - Bawaslu Kota Surabaya terus memperluas jangkauan edukasi demokrasi dengan menyasar generasi muda. Pada Rabu (06/05/2026), instansi tersebut menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif yang ditujukan khusus bagi pemilih pemula. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Surabaya.

Kehadiran tim Bawaslu dipimpin langsung oleh dua Anggota Bawaslu Kota Surabaya, Teguh Suasono Widodo dan Eko Rinda Prasetiyadi, dengan didampingi oleh sejumlah staf sekretariat. Langkah "jemput bola" ini diambil untuk memastikan bahwa para siswa yang akan segera memiliki hak pilih mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai integritas proses pemilihan umum sejak dini.

Sebelum memasuki sesi utama, rangkaian acara diawali dengan audiensi antara pihak Bawaslu dan jajaran pimpinan sekolah. Dalam pertemuan tersebut, Teguh Suasono Widodo menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut nyata dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah disepakati sebelumnya dengan Kementerian Agama (Kemenag) terkait penguatan literasi demokrasi di lingkungan pendidikan.

Teguh menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada sosialisasi satu arah, melainkan juga dirancang untuk melibatkan organisasi siswa secara aktif. "Tujuan utama kami adalah membangun literasi demokrasi melalui berbagai kegiatan bersama pengurus OSIS serta sosialisasi langsung kepada siswa-siswi mengenai pentingnya pengawasan pemilu dari sudut pandang warga negara," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala MAN Kota Surabaya, Fathurrokhman, menyambut hangat dan menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi dengan Bawaslu. Ia mengungkapkan bahwa pihak sekolah memang memiliki komitmen tinggi dalam menjalin kemitraan strategis dengan berbagai lembaga, seperti yang sebelumnya telah dilakukan bersama BNN dan Dinas Kesehatan demi pengembangan wawasan siswa.

uncak acara ditandai dengan pemaparan materi edukasi yang interaktif di hadapan sekitar 400 siswa dan siswi kelas 11. Para pelajar nampak antusias mengikuti penjelasan mengenai cara mengidentifikasi pelanggaran pemilu, menolak politik uang, hingga cara melaporkan dugaan kecurangan yang terjadi di lingkungan sekitar mereka melalui kanal resmi Bawaslu.

Melalui sosialisasi ini, Bawaslu Kota Surabaya berharap para pemilih pemula di MAN Kota Surabaya tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas secara administratif, tetapi juga menjadi agen pengawas yang kritis. Dengan melibatkan ratusan siswa kelas 11, diharapkan tercipta efek domino yang mampu menyebarkan semangat pengawasan partisipatif di tengah masyarakat luas demi terciptanya pemilu yang jujur dan adil.

Penulis dan Foto: Debbie

Editor: Suib