Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Surabaya Hadiri Resepsi HJKS: Momentum Rekatkan Kolaborasi Antar Lembaga

#

Anggota Bawaslu Kota Surabaya, Dimas Anggara (kanan), bersama Ketua KPU Kota Surabaya, Soeprayitno, saat menghadiri Resepsi Hari Jadi Kota Surabaya pada Minggu (31/05/2026).

Surabaya - Bawaslu Kota Surabaya menghadiri resepsi peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 yang digelar di Halaman Balai Kota Surabaya pada Minggu (31/05/2026). Kehadiran ini menjadi momentum penting untuk merekatkan kolaborasi dan sinergi antar instansi guna mengawal pembangunan serta stabilitas iklim demokrasi di Kota Pahlawan ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu Kota Surabaya diwakili oleh Anggota, Dimas Anggara. Kehadiran ini menunjukkan komitmen lembaga dalam mendukung penuh program-program strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, sekaligus sebagai wujud nyata bahwa keberhasilan pembangunan kota tidak dapat dipisahkan dari situasi sosial-politik yang kondusif.

Dimas Anggara menyampaikan bahwa momentum Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 ini menjadi pengingat pentingnya sinergi yang solid antara Bawaslu dan pemerintah daerah. Menurutnya, stabilitas keamanan dan kelancaran roda pemerintahan sangat dipengaruhi oleh kondusifnya iklim demokrasi di tingkat lokal. Kehadiran Bawaslu dalam resepsi ini menegaskan komitmen komisi pengawas untuk berjalan beriringan bersama Pemkot Surabaya dalam menjaga nilai-nilai keadilan dan transparansi.

"Kami dari Bawaslu Kota Surabaya mengucapkan selamat hari jadi yang ke-733 untuk Kota Surabaya. Sesuai dengan tema 'Pancasila Kuat, Surabaya Hebat', kami memandang bahwa kekuatan gotong royong yang dipaparkan oleh Wakil Wali Kota harus kita bawa juga ke dalam pengawalan proses-proses demokrasi ke depan. Kolaborasi yang erat antara Bawaslu, Pemerintah Kota, dan seluruh elemen masyarakat adalah kunci utama untuk memastikan Surabaya tidak hanya hebat dalam pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga matang dan berintegritas dalam kehidupan berpolitik," ujar Dimas Anggara di sela-sela kegiatan.

Agenda resepsi yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Ia bertindak sebagai Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya untuk menggantikan Eri Cahyadi yang saat ini tengah berada di Arab Saudi guna menunaikan ibadah haji. Di hadapan para undangan, Pemkot Surabaya memaparkan sederet capaian gemilang di berbagai sektor sebagai kado hari jadi kota.

Dalam pidatonya, Plh Wali Kota Surabaya, Armuji menegaskan bahwa seluruh capaian pembangunan yang diraih merupakan hasil dari kerja keras, gotong royong, dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat. Ia menyebut keberhasilan ini harus dijadikan pijakan kuat untuk melanjutkan pembangunan kota ke arah yang lebih inklusif. Salah satu sektor yang menjadi sorotan utama dalam paparan tersebut adalah bidang kesehatan.

Armuji menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Surabaya sukses menyentuh angka 85,65 persen pada tahun 2025, menjadikannya yang tertinggi di Provinsi Jawa Timur. Keberhasilan ini ditopang oleh masifnya penguatan layanan kesehatan, mulai dari optimalisasi tiga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), program satu RW satu tenaga kesehatan, satu ambulans satu puskesmas, hingga integrasi layanan primer di 153 kelurahan dan aktifnya 2.191 Posyandu Keluarga.

Selain peningkatan IPM, Kota Surabaya juga berhasil mengukir prestasi gemilang dalam menekan angka stunting secara signifikan. Melalui intervensi yang terintegrasi, prevalensi stunting di Kota Surabaya terus mengalami penurunan drastis hingga menyisakan angka di bawah satu persen. "Hingga tahun 2025, prevalensi stunting kita telah mencapai 0,59%," ungkap Armuji secara transparan.

Beralih ke bidang pendidikan, Pemkot Surabaya berkomitmen memperluas akses pendidikan 13 tahun guna menjamin tidak ada anak yang putus sekolah karena kendala ekonomi. Langkah nyata dilakukan dengan memperkuat alokasi beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa, termasuk menyediakan pendidikan inklusif bagi anak-anak difabel melalui fasilitas empat Rumah Anak Prestasi yang tersebar di Surabaya.

"Pemberian beasiswa pemuda tangguh diberikan kepada 16.801 siswa SMA, SMK, MA serta 5.874 mahasiswa," bebiar Armuji merinci realisasi program tersebut. Ke depan, ia memastikan bahwa akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga miskin akan menjadi prioritas utama. Langkah ini diambil agar pendidikan dapat menjadi senjata utama dalam memutus mata rantai kemiskinan dan mengubah kesejahteraan keluarga.

Dari sudut pandang ekonomi, Kota Surabaya menunjukkan ketahanan yang luar biasa dengan mencatat pertumbuhan positif di tengah gejolak tantangan global. Pada tahun 2025, perekonomian Surabaya tumbuh sebesar 5,87 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp830,54 triliun. Capaian ini memposisikan Surabaya sebagai salah satu motor utama penggerak perekonomian di Jawa Timur.

Pertumbuhan ekonomi tersebut berjalan beriringan dengan terkendalinya laju inflasi di angka 2,96 persen sepanjang tahun 2025. Dampak positifnya langsung dirasakan pada penurunan angka kemiskinan dari 3,96 persen di tahun 2024 menjadi 3,56 persen di tahun 2025. Armuji menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak sekadar mengejar angka statistik, melainkan harus membawa asas keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat melalui penguatan ekonomi kerakyatan dan UMKM.

Sementara itu, pada sektor lingkungan dan infrastruktur, Surabaya menunjukkan progres yang masif melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang mampu mengolah 168,62 ton sampah per hari. Kota ini juga memaksimalkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang mampu mengelola hingga 1.600 ton sampah per hari dan mengonversinya menjadi energi listrik dengan total kapasitas mencapai 11 Megawatt per hari. Di sisi lain, pembangunan drainase sepanjang 273,03 kilometer di 2.535 titik berhasil mereduksi 295 lokasi banjir di Surabaya.

Melalui tema yang diusung yakni 'Pancasila Kuat, Surabaya Hebat', peringatan HJKS ke-733 ini dimaknai bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum merekatkan kembali jati diri Surabaya sebagai kota perjuangan yang tumbuh atas dasar gotong royong. Menutup jalannya upacara, Armuji menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf jika belum semua harapan warga terpenuhi, sembari mengajak seluruh instansi, termasuk Bawaslu, untuk terus bersinergi membangun Surabaya yang lebih baik.

Penulis dan Foto: Debbie

Editor: Suib