Bukan Sekedar Rutinitas, Bawaslu Kota Surabaya Jadikan Pembinaan Mental Ruang Refleksi Pengabdian
|
Surabaya - Guna menjaga keseimbangan antara performa kerja dan ketahanan mental para pegawainya, Bawaslu Kota Surabaya kembali menggelar agenda pembinaan mental pada Rabu (19/8/2026). Langkah ini diambil di tengah padatnya tuntutan dan beban kerja kelembagaan yang menuntut kesiapan fisik serta ketahanan psikologis para aparatur. Berlangsung di Ruang Rapat Bawaslu Kota Surabaya, kegiatan ini didesain bukan sekadar sebagai pemenuhan agenda rutin, melainkan sebagai wadah refleksi mendalam atas nilai-nilai pengabdian.
Agenda ini dihadiri secara penuh oleh seluruh Kepala Subbagian (Kasubbag) beserta jajaran Staf Sekretariat Bawaslu Kota Surabaya. Kehadiran seluruh lini sekretariat ini menegaskan adanya komitmen bersama untuk menjaga soliditas internal serta menyelaraskan ritme kerja di setiap tingkatan. Lewat forum ini, seluruh elemen pelaksana teknis diajak untuk sejenak melepaskan ketegangan rutinitas dan kembali menata niat dalam menjalankan amanah pelayanan publik.
Bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Surabaya, Trimuda Ancas Wicaksono. Dalam pemaparannya, Ancas memberikan arahan substantif mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara pemenuhan target organisasi dan kesehatan mental pegawai. Kehadiran pimpinan sekretariat sebagai pemateri secara langsung memberikan sinyal kuat bahwa perhatian terhadap aspek psikologis staf merupakan prioritas manajemen lembaga.
Pelaksanaan pembinaan mental ini merupakan wujud nyata implementasi dari program "Jumpa Berlian", sebuah terobosan internal Bawaslu yang berfokus pada penguatan karakter dan spiritualitas aparatur. Kebijakan ini mewajibkan seluruh jajaran untuk menyisihkan waktu secara teratur guna melakukan evaluasi diri dan penguatan rohani. Melalui wadah ini, nilai-nilai etika dan integritas ditanamkan secara konsisten agar meresap ke dalam budaya kerja sehari-hari.
Pada kesempatan kali ini, agenda pembinaan mental mengusung tema yang sarat makna, yakni "Merawat Tunas Resiliensi: Tetap Tumbuh Menjulang di Tengah Angin Dinamika." Pemilihan tema ini mencerminkan realitas tugas pengawasan dan pelayanan publik yang sering kali diterpa berbagai dinamika serta tekanan yang tidak menentu. Pegawai diibaratkan sebagai tunas yang harus terus dirawat dan diperkuat akarnya agar tidak runtuh ketika angin dinamika berembus kencang.
Dalam paparannya, Ancas menekankan bahwa resiliensi atau ketahanan diri adalah kunci utama agar seorang aparatur dapat bertahan di tengah tekanan kerja yang tinggi. Beliau menyampaikan bahwa setiap staf harus memiliki fleksibilitas mental dalam menghadapi perubahan regulasi maupun tantangan teknis di lapangan. Tanpa ketahanan mental yang memadai, potensi terjadinya kejenuhan kerja (burnout) dan penurunan kualitas pelayanan akan semakin besar.
Lebih lanjut, Ancas menggarisbawahi bahwa menumbuhkan rasa syukur atas pekerjaan yang diemban saat ini merupakan pondasi paling efektif untuk merawat resiliensi tersebut. Menerima amanah jabatan dengan penuh rasa syukur akan mengubah sudut pandang pegawai terhadap setiap kendala yang muncul. Hambatan di lapangan tidak lagi dipandang sebagai beban yang memberatkan, melainkan sebagai ruang pembelajaran untuk meningkatkan kapasitas dan kedewasaan profesional.
Dampak nyata yang diharapkan dari internalisasi nilai resiliensi ini adalah terciptanya iklim kerja yang humanis dan berlandaskan komunikasi empatis di lingkungan Sekretariat Bawaslu Kota Surabaya. Ketika setiap individu mampu mengelola stres dengan baik, hubungan kerja antar-pegawai akan berlangsung lebih kualitatif. Budaya saling mendukung, dialog terbuka, serta saling menghargai peran sesama staf akan menggantikan potensi konflik dan ego sektoral.
Melalui pembinaan mental yang berkelanjutan ini, Bawaslu Kota Surabaya berkomitmen untuk terus mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara kompetensi teknis, tetapi juga tangguh secara emosional. Penguatan karakter berbasis kesadaran spiritual dan rasa syukur ini diharapkan mampu menjaga integritas lembaga secara jangka panjang. Seluruh jajaran Sekretariat Bawaslu Kota Surabaya pun siap melangkah bersama, tumbuh menjulang, dan memberikan kinerja terbaik bagi pengawalan demokrasi.
Penulis dan Foto: Debbie
Editor: Suib