Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Surabaya Edukasi Siswa SMA GIKI 1 Soal Peran Pemuda dalam Demokrasi

#

Teguh Suasono Widodo, Anggota Bawaslu Kota Surabaya saat melaksanakan kegiatan sosialisasi dan literasi demokrasi di SMA GIKI 1 Surabaya pada Selasa (1/9/2026)

Surabaya - Bawaslu Kota Surabaya terus melangkah aktif dalam menanamkan kesadaran berdemokrasi sejak dini kepada generasi muda. Pada Selasa (1/9/2026), Bawaslu Kota Surabaya menyambangi SMA GIKI 1 Surabaya untuk menggelar kegiatan sosialisasi dan literasi demokrasi. Langkah strategis ini dirancang khusus untuk membekali para siswa yang kelak akan menggunakan hak pilih pertamanya pada Pemilu 2029 mendatang.

Hadir secara langsung sebagai narasumber, Anggota Bawaslu Kota Surabaya, Teguh Suasono Widodo. Di hadapan ratusan siswa-siswi yang antusias, Teguh memaparkan esensi dasar mengenai sistem demokrasi. Ia menegaskan bahwa demokrasi pada dasarnya adalah sebuah sistem pemerintahan yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam suatu negara.

Dalam pemaparannya, Teguh menjelaskan bahwa konsep demokrasi tidak boleh hanya dimaknai secara sempit sebatas ritual pemungutan suara di TPS. Demokrasi mencakup ruang yang jauh lebih luas, yaitu tentang bagaimana setiap individu memiliki hak yang sama untuk didengar, bebas menyampaikan pendapat secara santun, serta mendapatkan perlakuan yang setara di hadapan hukum tanpa diskriminasi.

Prinsip-prinsip utama seperti kedaulatan rakyat, pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil, supremasi hukum, hingga tradisi musyawarah mufakat menjadi fondasi penting yang harus dipahami generasi muda. Menurut Teguh, pemahaman terhadap nilai-nilai dasar ini sangat krusial agar pemuda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku demokrasi yang berintegritas di masa depan.

Bagi para pelajar di jenjang sekolah menengah atas, demokrasi bukanlah sekadar teori akademis yang dihafal untuk ujian. Lebih dari itu, lingkungan sekolah merupakan laboratorium latihan nyata bagi siswa untuk belajar menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Melalui berbagai dinamika di sekolah, mereka dilatih untuk mengambil keputusan bersama dan berani menanggung konsekuensinya.

Edukasi ini juga menekankan pentingnya mengasah jiwa kepemimpinan dan rasa saling menghargai di tengah perbedaan pandangan. Seluruh proses pembelajaran sosial di lingkungan sekolah ini menjadi bekal berharga sebelum para siswa benar-benar terjun dan terlibat langsung dalam pesta demokrasi yang sesungguhnya kelak.

Penerapan nilai demokrasi di SMA GIKI 1 Surabaya sendiri telah diwujudkan dalam berbagai aktivitas keseharian. Mulai dari pelaksanaan pemilihan ketua OSIS, ruang diskusi di kelas, musyawarah pembentukan aturan bersama, hingga peran perwakilan kelas dalam menyalurkan aspirasi murid kepada pihak sekolah.

Proses pemilihan ketua OSIS di sekolah bahkan dirancang sedemikian rupa agar menyerupai miniatur Pemilu sungguhan. Tahapannya dibuat sistematis, mulai dari pembentukan panitia penyelenggara, masa kampanye visi-misi kandidat, debat terbuka antarcalon, hingga proses pemungutan dan penghitungan suara yang digelar secara transparan.

Dalam simulasi pemilu di sekolah tersebut, seluruh siswa berkesempatan menjalankan perannya sebagai pemilih yang menggunakan hak suara secara bebas dan rahasia. Di sisi lain, pembentukan panitia pengawas di tingkat sekolah juga bertugas memastikan seluruh alur pemilihan berlangsung secara jujur, adil, dan bebas dari kecurangan.

Semangat pengawasan yang diusung Bawaslu turut ditanamkan agar siswa memahami pentingnya menjaga integritas. Melalui fungsi pencegahan, pengawasan, dan penindakan, para siswa diajak meneladani siklus pengawasan yang sehat. Hal ini mencakup upaya mencegah potensi pelanggaran sejak awal, mengawasi setiap jalannya proses, hingga mengevaluasi hasilnya demi perbaikan ke depan.

Tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, Bawaslu Kota Surabaya juga mengedukasi siswa mengenai potensi pelanggaran yang merusak demokrasi, seperti politik uang, kampanye hitam, dan intimidasi. Siswa didorong untuk teguh memilih sesuai hati nurani, menolak segala bentuk iming-iming instan, serta berani menyampaikan kritik atau pendapat dengan cara-cara yang santun.

Sebagai penutup, Bawaslu Kota Surabaya menegaskan kembali bahwa keberhasilan demokrasi yang sehat selalu bermula dari kejujuran setiap individu. Sekolah menjadi ruang semai yang ideal untuk menumbuhkan budaya tersebut, sehingga kelak para alumni SMA GIKI 1 Surabaya tumbuh menjadi warga negara yang kritis, bertanggung jawab, serta konsisten menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

Penulis dan Foto: Debbie

Editor: Suib