Apel Pagi Bawaslu Kota Surabaya: Menjadikan Pancasila Sebagai Panduan Moral dan Profesionalisme
|
Surabaya - Bawaslu Kota Surabaya kembali menggelar agenda rutin apel pagi pada Senin (28/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor Bawaslu Kota Surabaya tersebut menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen etik, disiplin, serta profesionalisme seluruh jajaran.
Apel pagi ini diikuti oleh Kepala Sekretariat, seluruh Kepala Subbagian (Kasubbag), staf sekretariat, hingga para mahasiswa magang yang sedang menimba ilmu di lingkungan Bawaslu Kota Surabaya. Kehadiran seluruh elemen sekretariat menunjukkan soliditas dan kedisiplinan lembaga dalam mengawali deretan agenda kerja sepanjang pekan.
Bertindak sebagai Pembina Apel pada kesempatan tersebut adalah Anggota Bawaslu Kota Surabaya, Dimas Anggara. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjadikan Pancasila sebagai panduan moral utama dan pijakan dasar bagi seluruh pegawai dalam menjalankan setiap aktivitas pelayanan dan pengawasan.
Dimas menegaskan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan kerja merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan etika jajaran lembaga pengawas pemilu. Pancasila tidak boleh sekadar dihafalkan atau dijadikan simbol formalitas semata, melainkan wajib dihayati serta diwujudkan secara nyata dalam tindakan harian.
Dalam ruang lingkup pekerjaan, integritas dan kejujuran menjadi wujud nyata dari landasan spiritual yang kuat. Pegawai yang memegang teguh nilai ketuhanan senantiasa bekerja dengan rasa tanggung jawab moral yang tinggi, menghormati keberagaman keyakinan di tempat kerja, serta menjauhi segala bentuk kecurangan dan penyalahgunaan wewenang demi menjaga kepercayaan publik.
Sikap profesionalisme tersebut turut dibarengi dengan rasa kemanusiaan dan keadilan dalam memperlakukan sesama. Setiap pegawai Bawaslu Kota Surabaya dituntut untuk saling menghargai, menjaga kesopanan, dan memberikan pelayanan publik secara adil tanpa membeda-bedakan latar belakang, suku, maupun ras, guna menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan bebas dari perundungan.
Lebih lanjut, Dimas menggarisbawahi bahwa semangat kebersamaan dan persatuan menjadi penggerak utama dalam membangun kerja sama tim (teamwork) yang solid. Seluruh jajaran diajak untuk menanggalkan ego pribadi maupun kelompok demi mengutamakan kepentingan kelembagaan dan negara, sehingga kerukunan yang terjaga menjadi kunci suksesnya pencapaian target organisasi.
Dalam menghadapi tantangan kerja serta perbedaan pandangan saat menjalankan tugas, budaya musyawarah selalu diutamakan untuk mencapai mufakat. Keterbukaan terhadap kritik, rasa saling mendengarkan saat diskusi, dan sikap lapang dada dalam menjalankan keputusan bersama mencerminkan kedewasaan berorganisasi yang sangat dibutuhkan oleh setiap pegawai.
Selain itu, rasa keadilan dan kedisiplinan ditunjukkan melalui efisiensi penggunaan sumber daya serta pembagian peran yang proporsional. Pegawai yang bertanggung jawab diimbau untuk tidak menyalahgunakan fasilitas kantor demi kepentingan pribadi, melainkan senantiasa menerapkan pola hidup sederhana dan menjaga transparansi guna mencegah potensi pelanggaran etika maupun gratifikasi.
Melalui penekanan nilai-nilai Pancasila ini, Bawaslu Kota Surabaya berharap seluruh jajaran dapat mempertahankan budaya kerja yang sehat, akuntabel, dan berkinerja tinggi. Apel pagi pun ditutup dengan doa bersama sebagai simbol kesiapan batin para pegawai sebelum memulai tugas dan pengabdian sepanjang pekan berjalan.
Penulis dan Foto: Debbie
Editor: Suib